Polisi Buru Petugas SPBU Pelaku Pengeroyokan Sopir Angkot di Bekasi

Kompas.com - 10/11/2021, 23:14 WIB
Ilustrasi pengeroyokan THINKSTOCKIlustrasi pengeroyokan

BEKASI, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor Pondok Gede, Kota Bekasi, mengamankan dua petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan memburu satu orang lain yang melakukan pengeroyokan dan penusukan terhadap seorang sopir angkot.

"Pelaku yang kabur Y, yang dua ini sudah ditahan, yaitu Saudara ASN dan Saudara AN," ujar Kapolsek Pondok Gede Kompol Puji Hardi, Rabu (10/11/2021).

Puji mengatakan, tersangka pelaku yang membawa senjata tajam belum diamankan, begitu juga dengan barang buktinya. Meski begitu, Puji mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan identitas tersangka.

Baca juga: Tidak Memiliki Izin, SPBU Indomobil di Bekasi Disegel

"Kami belum mengamankan barang bukti, masih kami cari barang buktinya," ujarnya.

Seorang sopir angkot ditusuk petugas SPBU di Jalan Raya Hankam, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu pagi.

Puji mengatakan, kejadian bermula ketika korban berinisial HG (33) yang berprofesi sebagai sopir angkot menggeber kendaraannya seusai mengisi bahan bakar.

"Ketika dia (korban) ngisi bensin di SPBU Hankam, selesai isi bensin yang bersangkutan geber-geber gas kendaraan dia," ujar Puji.

Para tersangka pelaku tidak terima dengan sikap korban kemudian menegur korban. Korban tidak terima, akhirnya terjadi adu argumen antara korban dan petugas SPBU.

Ketika adu argumen, petugas SPBU tersinggung dengan perkataan korban sehingga pelaku yang berjumlah tiga orang melakukan pengeroyokan terhadap sopir angkot itu.

Puji melanjutkan, pada saat melakukan pengeroyokan, salah satu pelaku menggunakan senjata tajam untuk menganiaya korban.

"Di antara pelaku pengeroyokan itu ada yang menusuk dengan sajam," katanya.

Korban mengalami tiga luka tusukan di bagian tangan, dada, dan leher.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Balik Zona Merah Krukut, Dapur Umum Micro Lockdown Wujud Saling Dukung Warga di Tengah Badai Covid-19

Di Balik Zona Merah Krukut, Dapur Umum Micro Lockdown Wujud Saling Dukung Warga di Tengah Badai Covid-19

Megapolitan
Street Race Perdana di Ancol Rampung, Pebalap: Dulu Kucing-kucingan dengan Polisi, Sekarang Difasilitasi

Street Race Perdana di Ancol Rampung, Pebalap: Dulu Kucing-kucingan dengan Polisi, Sekarang Difasilitasi

Megapolitan
Belasan Sekolah Ditutup akibat Covid-19, Disdik DKI Jakarta: Tak Ada Perubahan Kebijakan PTM 100 Persen

Belasan Sekolah Ditutup akibat Covid-19, Disdik DKI Jakarta: Tak Ada Perubahan Kebijakan PTM 100 Persen

Megapolitan
Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Megapolitan
Mengapa Pemprov DKI Ngotot Gelar PTM meski Sudah Muncul Kasus Covid-19 di 15 Sekolah? Ini Alasannya

Mengapa Pemprov DKI Ngotot Gelar PTM meski Sudah Muncul Kasus Covid-19 di 15 Sekolah? Ini Alasannya

Megapolitan
Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, Polisi Amankan Seorang Pelaku

Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, Polisi Amankan Seorang Pelaku

Megapolitan
Kronologi Melesatnya Omicron di Jakarta, Capai 720 Kasus dalam Sebulan

Kronologi Melesatnya Omicron di Jakarta, Capai 720 Kasus dalam Sebulan

Megapolitan
Rencana Kenaikan Tarif KRL Rp 2.000 untuk 25 Kilometer Pertama Tuai Pro dan Kontra

Rencana Kenaikan Tarif KRL Rp 2.000 untuk 25 Kilometer Pertama Tuai Pro dan Kontra

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Tambah 24 Kasus di Kota Tangerang, 150 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 16 Januari: Tambah 24 Kasus di Kota Tangerang, 150 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Usai Giring Terperosok ke Kubangan Lumpur, Gubernur Anies Undang Nidji Check Sound di JIS

Usai Giring Terperosok ke Kubangan Lumpur, Gubernur Anies Undang Nidji Check Sound di JIS

Megapolitan
Omicron di Jakarta Meluas, Gejala Ringan tapi Tak Boleh Dianggap Enteng

Omicron di Jakarta Meluas, Gejala Ringan tapi Tak Boleh Dianggap Enteng

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas ke Sekolah-sekolah di Jakarta, Belajar Tatap Muka Masih Berjalan

Kasus Covid-19 Terus Meluas ke Sekolah-sekolah di Jakarta, Belajar Tatap Muka Masih Berjalan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Megapolitan
Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Megapolitan
Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.