Potret Kengerian Kebakaran Lapas Tangerang: Tak Ada Bunyi Lonceng, Damkar Tiba Usai 30 Menit, Napi Tewas Tak Berani Terjang Api

Kompas.com - 23/02/2022, 09:40 WIB
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Empat terdakwa kasus kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang mengikuti sidang keempat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (22/2/2022).

Keempat terdakwa hadir dalam sidang. Empat terdakwa itu bernama Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butar Butar.

Mereka merupakan petugas Lapas Kelas I Tangerang.

Sementara itu, agenda sidang pada Selasa kemarin adalah pemeriksaan saksi. Ada empat saksi yang dihadirkan.

Baca juga: Dapat Perlakuan Khusus di Lapas Tangerang, Apa Itu Napi Tamping?

Saksi tersebut yakni, Perwira Piket Lapas Kelas I Tangerang Doni Saputra, Wakil Komandan Jaga Lapas Kelas I Tangerang Ian Sofyan, dan Kabid Pembinaan Johnson Manurung.

Saksi lain adalah seorang tamping bernama Jibi Muhammad Najib.

Berikut merupakan rangkuman berita berkait sidang yang digelar kemarin:

Suasana mencekam di malam kebakaran

Saat sidang, tergambarkan suasana mencekam pada malam kebakaran di Lapas Tangerang.

Majelis hakim sempat bertanya kepada Ian mengapa ada banyak narapidana yang tewas pada 8 September 2021.

Baca juga: Ada 4 Kipas Angin dan Exhaust di Selnya, Tamping Lapas Tangerang: Terpasang dari Dulu

Ian menuturkan, pada 8 September 2021, ada salah satu narapidana yang hendak melarikan diri dari kamar nomor 10 Blok C2.

Saat berada di aula Blok C2 menuju pintu keluar Blok C2, tiba-tiba plafon ruangan tersebut ambruk dan menimpa narapidana itu.

Tak hanya itu, beberapa narapidana justru mencoba menyelamatkan diri dengan memasuki kamar-kamar lain di Blok C2 saat kebakaran besar tengah terjadi.

Padahal, menurut Ian, saat itu pintu keluar Blok C2 sudah terbuka.

Namun karena memasuki kamar-kamar itu, banyak narapidana yang akhirnya meninggal dunia.

"Ada lagi warga binaan lari dari sebelah kanan, bukannya ke pintu gerbang, tapi dia lari ke kamar nomor 1, 2, dan 3," ucap Ian.

Menurut dia, banyak juga narapidana yang tidak berani menerjang api.

"Ada yang tidak berani menerjang, terjebak, tidak berani keluar," sebut Ian.

Baca juga: Tamping Lapas Tangerang Akui Punya Ponsel dan Alat Elektronik di Kamarnya, Hakim Singgung MCB yang Kerap Turun

Tak dengar lonceng

Saat sidang, Doni dan Ian mengaku tidak mendengar bunyi lonceng tanda bahaya saat terjadi kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang pada 8 September 2021.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.