Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mario Diyakini Aniaya D Bukan karena Khilaf, Pakar Mikro Ekspresi: Korban Sudah Jatuh Malah Selebrasi

Kompas.com - 13/03/2023, 11:28 WIB
Larissa Huda

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra, mengatakan perbuatan Mario Dandy Satrio (20) terhadap D (17) merupakan penganiayaan luar biasa.

Kirdi meyakini kejadian penganiayaan tersebut Mario bukan karena khilaf. Raut wajah penyesalan itu pun juga tak terlihat ketika Mario menjalani rekonstruksi kasus tersebut.

Menurut Kirdi, perbedaan penganiayaan berat itu sebetulnya bisa dilihat secara sederhana. Namun, sikap Mario saat menyerang D tampak tidak didasari spontanitas.

"Yang mana orang sudah jatuh di bawah, (biasanya) orang yang sudah emosional dia akan tarik napas kemudian tersedak dan akan menyadari apa yang sudah saya lakukan," kata Kirdi, dilansir dari TribunJakarta.com, Senin (13/3/2023).

Baca juga: Kasus Penganiayaan D Terang Benderang: Mario Pelaku Utama, Shane Lukas dan AG Suporternya

Namun, tidak demikian dengan Mario Dandy. Selesai menganiaya D secara sadis, Mario malah menunjukkan kesombongannya dengan melakukan selebrasi.

Bahkan saat melakukan selebrasi dalam rekonstruksi yang digelar Jumat (10/3/2023), Kirdi Putra membaca bahwa masih terlihat adanya arogansi pada diri Mario Dandy.

"Sementara arogansi melakukan selebrasi itu yang terjadi dan dilakukan juga dalam rekonstruksi itu," kata Kirdi.

Kirdi menyebutkan, Mario tak menunjukkan rasa sesal seperti yang tampak dari temannya, Shane Lukas Rotua (19), saat rekonstruksi digelar di Kompleks Green Permata, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Baca juga: Tak Ada di TKP, APA Mantan Pacar Mario Keberatan Dikaitkan dengan Penganiayaan D

Dalam rekonstruksi, Kirdi mengatakan Mario terlihat menunduk tak sedalam Shane Lukas.

"Itu artinya apa yang dirasakannya itu, dia hanya menghindari paparan visual yang berhubungan dengan dirinya bukan karena penyesalan," kata Kirdi.

Hal itu terlihat ketika Kirdi mengamati posisi Mario Dandy yang sedang duduk di tepi selokan. Terlihat Mario Dandy tampak duduk meringkuk.

Ketika seseorang merasa dirinya terancam, kata Kirdi, dia akan melakukan fetal position atau meringkuk seperti orang tidur untuk melindungi dirinya.

"Jadi yg ditampilkan oleh Mario ini, itu adalah posisi di mana dia concern-nya pada dirinya bukan apa yang sudah dia lakukan," tutur Kirdi.

Baca juga: [POPULER JABODETABEK] Sebelum Loncat dari Lantai 18 Mahasiswi UI Tinggalkan Pesan Minta Maaf | Sepatu Nike yang Dipakai Mario Milik Penyidik

Menurut Kirdi, walaupun ada rasa penyesalan dengan apa yang sudah Mario lakukan, tanda itu sedikit sekali ditunjukkannya. Mario, lanjut Kirdi, ialah sosok yang sangat egosentris.

Mario hanya takut pada pasal yang dijeratkan kepada dia dan konsekuensi yang akan dia hadapi. Menurut Kirdi, Mario sudah mulai menyadari bahwa dia tidak punya sebuah perlindungan seperti sebelumnya.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya

Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Megapolitan
Ancol Padat, Pengunjung Disarankan Pakai Transportasi Umum

Ancol Padat, Pengunjung Disarankan Pakai Transportasi Umum

Megapolitan
Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Megapolitan
Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Megapolitan
Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Megapolitan
Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Megapolitan
Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Megapolitan
KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

Megapolitan
Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Megapolitan
Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Megapolitan
Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Megapolitan
RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

Megapolitan
Rute Mikrotrans JAK89 Tanjung Priok-Taman Kota Intan

Rute Mikrotrans JAK89 Tanjung Priok-Taman Kota Intan

Megapolitan
Kronologi Pria yang Diduga Tewas Terkunci dalam Freezer Mobil Pengangkut Es Krim di Jakpus

Kronologi Pria yang Diduga Tewas Terkunci dalam Freezer Mobil Pengangkut Es Krim di Jakpus

Megapolitan
Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Tanah Air pada 3-6 September, Indonesia Jadi Negara Pertama

Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Tanah Air pada 3-6 September, Indonesia Jadi Negara Pertama

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com