Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbaikan Permanen Pintu Bendung Katulampa yang Jebol Digarap Usai Lebaran

Kompas.com - 09/04/2024, 13:12 WIB
Ruby Rachmadina,
Fabian Januarius Kuwado

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Perbaikan permanen terhadap salah satu pintu penguras Bendung Katulampa, Kota Bogor yang jebol akan dilaksanakan usai Lebaran 2024.

“Betul, setelah Lebaran (dilakukan perbaikan secara permanen),” ujar Kepala UPTSDA Wilayah Sungai Ciliwung- Cisadane Hendra Wardana saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (9/4/2024).

Hendra mengatakan perbaikan permanen belum bisa dilakukan saat ini, mengingat banyak toko material yang sudah tutup.

Baca juga: Pintu Penguras Bendung Katulampa Jebol, Perbaikan Sementara Pakai Bambu

Serta pihaknya mengaku kekurangan personel karena sudah banyak pegawai yang mengajukan cuti untuk mudik Lebaran. 

“Kondisinya karena sudah Lebaran toko-toko tutup. Toko material tutup, cari kayu susah. Juga personel banyak dan pegawai sipil sudah mudik Lebaran,” tutur Hendra. 

Setelah Lebaran, pihak BBWSCC akan menangani secara permanen tidak hanya pada satu pintu yang rusak, ia menyebut pintu penguras yang lain juga akan diperbaiki.

Mengingat pintu-pintu penguras air tersebut terakhir mendapatkan penanganan pada tahun 2002.

“Habis Lebaran akan ada percepatan. Kita tidak akan satu pintu yang rusak saja, Insya Allah itu semua karena itu sudah lama perbaikan sekitar tahun 2000-an,” ujarnya. 

Baca juga: Pintu Penguras Bendung Katulampa Jebol, Pemkot Bogor Upayakan Perbaikan Sementara

Adapun perbaikan pintu penguras Bendung Katulampa yang jebol itu akan menggunakan anggaran BBWSCC Kementerian PUPR.

Untuk saat ini, perbaikan sementara telah dilakukan dengan upaya menutup pintu penguras menggunakan bambu.

Serta, pembuatan sodetan air ke arah saluran irigasi agar bisa menyuplai bahan air baku ke kawasan Bogor hingga Jakarta.

“Anggarannya dari pusat, dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR,” tutur Hendra.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Megapolitan
Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Megapolitan
Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Megapolitan
Sebelum Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk, Galang Beli Pisau Lipat dan Bolak-balik Cek TKP

Sebelum Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk, Galang Beli Pisau Lipat dan Bolak-balik Cek TKP

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com