Kompas.com - 10/10/2013, 13:17 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (tengah) menghadiri acara groundbreaking megaproyek mass rapid transit (MRT) di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (tengah) menghadiri acara groundbreaking megaproyek mass rapid transit (MRT) di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembangunan megaproyek mass rapid transit atau MRT diprediksi akan menimbulkan kemacetan. Gubernur DKI Joko Widodo pun bersedia dicaci maki warga Jakarta.

Jokowi berpesan agar PT MRT memberikan sosialisasi kepada pengguna jalan yang bersinggungan dengan pembangunan MRT. Dia tidak ingin PT MRT dicaci maki karena kemacetan tersebut.

"Sosialisasi kemacetan ke warga harus diberikan tiap hari supaya caci makinya itu enggak ke PT MRT. Kalau ke saya, enggak apa-apa," ujarnya saat peletakan batu pertama MRT di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta PT MRT, sembari membangun proyek senilai Rp 150 triliun yen tersebut, menyampaikan sosialisasi bagaimana agar gaya hidup masyarakat DKI dekat dengan transportasi massal, terutama soal pemeliharaan.

"Tujuannya, ketika MRT sudah jadi, orang-orang bisa langsung berbondong-bondong menggunakan MRT dan meninggalkan mobil pribadi yang selama ini memacetkan Jakarta," ujarnya.

Direktur Utama PT MRT Dono Boestami menyambut positif usulan orang nomor satu di Jakarta tersebut. Menurutnya, jauh sebelum mulainya pembangunan MRT, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya soal sosialisasi efek pembangunan MRT tersebut.

"Kami minta maaf kepada masyarakat, MRT ini memiliki kompleksitas pembangunan dan membutuhkan waktu yang lama. Kita memang harus berkorban," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

MRT Jakarta akan membentang dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI dengan jalur sepanjang 16 kilometer. MRT akan dibagi menjadi dua, yakni Lebak Bulus-Sisimangaraja menggunakan jalur layang (elevated), sedangkan Sisimangaraja-Bundaran HI menggunakan jalur bawah tanah atau underground. Proyek tersebut diprediksi rampung pada awal 2018.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Formula-E Rasa Pinjol

Menyoal Formula-E Rasa Pinjol

Megapolitan
Seorang Tahanan Coba Kabur dari Polda Metro Jaya, Mengaku Hendak Hadiri Pernikahan Saudara

Seorang Tahanan Coba Kabur dari Polda Metro Jaya, Mengaku Hendak Hadiri Pernikahan Saudara

Megapolitan
Kawasan Kota Tua Tak Tak Jadi Dibuka untuk Olahraga, Masih Menunggu QR Code PeduliLindungi

Kawasan Kota Tua Tak Tak Jadi Dibuka untuk Olahraga, Masih Menunggu QR Code PeduliLindungi

Megapolitan
Jokowi hingga Anies Divonis Bersalah atas Polusi Udara, Sebuah Kemenangan Warga Negara

Jokowi hingga Anies Divonis Bersalah atas Polusi Udara, Sebuah Kemenangan Warga Negara

Megapolitan
Disidak, Bioskop CGV Grand Indonesia Masih Sepi Pengunjung

Disidak, Bioskop CGV Grand Indonesia Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Megapolitan
Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Megapolitan
Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Megapolitan
Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Megapolitan
Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Megapolitan
Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Megapolitan
Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Megapolitan
Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Megapolitan
Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Megapolitan
Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.