Kompas.com - 01/07/2016, 12:15 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2015, dijelaskan mengenai gugatan perdata yang diajukan Toeti Noeziar Soekarno ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gugatan didaftarkan ke kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 4 Mei 2016. Toeti adalah warga penjual lahan seluas 46,913 hektar ke Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta pada tahun 2015.

dokumentasi Gugatan pemilik lahan Cengkareng Barat Toeti Soekarno kepada Dinas Perumahan DKI Jakarta.
Namun di sisi lain, Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan mencatatkan lahan tersebut sebagai aset mereka.

Ada empat gugatan yang diajukan oleh Toeti. Keempatnya yakni:

  • Menyatakan pencatatan aset yang dilakukan DKPKP terhadap lahan tersebut sebagai perbuatan melanggar hukum;
  • Menyatakan mengalami kerugian materil karena adanya penahanan penundaan pembayaran senilai Rp 200 miliar.
  • Lost Opportunity senilai Rp 500 juta
  • Kerugian immateril Rp 800 juta.

Dalam laporannya, BPK menyatakan lahan yang diklaim Toeti telah dibeli oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan dengan dana sekitar Rp 668 miliar, atau setara 99,79 persen dari anggaran tersedia yang diketahui mencapai sekitar Rp 669 miliar.

Sementara di sisi lain, DKPKP mencatatkan lahan itu sebagai aset mereka per 31 Desember 2015 dalam Kartu Inventaris Barang (KIB).

Kompas TV Ada Oknum Pemprov DKI Jadi Mafia Tanah?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemadaman Listrik Jakarta 60 Menit, Pengamat: Tak Signifikan Kurangi Emisi

Pemadaman Listrik Jakarta 60 Menit, Pengamat: Tak Signifikan Kurangi Emisi

Megapolitan
Cerita Warga Depok Akhirnya Naik Haji Setelah 10 Tahun Penantian, Sempat Tertunda karena Pandemi Covid-19

Cerita Warga Depok Akhirnya Naik Haji Setelah 10 Tahun Penantian, Sempat Tertunda karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
Jakarta Gelap Gulita, Ini Jalan Protokol yang Lampunya Akan Dipadamkan Besok

Jakarta Gelap Gulita, Ini Jalan Protokol yang Lampunya Akan Dipadamkan Besok

Megapolitan
Wagub DKI Kenang Tjahjo Kumolo: Sosok yang Baik dan Bersahabat

Wagub DKI Kenang Tjahjo Kumolo: Sosok yang Baik dan Bersahabat

Megapolitan
Menpan-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Wagub DKI: Beliau Sosok yang Sangat Peduli Masyarakat

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Wagub DKI: Beliau Sosok yang Sangat Peduli Masyarakat

Megapolitan
Bantah Ada Helipad Ilegal di Pulau Panjang, Wagub DKI: Sudah Ada Sejak 2005

Bantah Ada Helipad Ilegal di Pulau Panjang, Wagub DKI: Sudah Ada Sejak 2005

Megapolitan
Viral Masjid Disebut jadi Tempat Parkir Pelanggan Mall di Jakarta Barat, Ini Faktanya...

Viral Masjid Disebut jadi Tempat Parkir Pelanggan Mall di Jakarta Barat, Ini Faktanya...

Megapolitan
Disemayamkan 2 Jam di Rumah Dinas, Jenazah Tjahjo Kumolo Diberangkatkan untuk Dimakamkan

Disemayamkan 2 Jam di Rumah Dinas, Jenazah Tjahjo Kumolo Diberangkatkan untuk Dimakamkan

Megapolitan
Konsep Kampung Gembira Gembrong Menghadap ke Kali Cipinang, Anies: Sungai Jangan Dibelakangi, Harus di Depan

Konsep Kampung Gembira Gembrong Menghadap ke Kali Cipinang, Anies: Sungai Jangan Dibelakangi, Harus di Depan

Megapolitan
Soal Ali Sadikin Tak Dipakai Jadi Nama Jalan, Wagub Ariza: Akan Jadi Pertimbangan Kami

Soal Ali Sadikin Tak Dipakai Jadi Nama Jalan, Wagub Ariza: Akan Jadi Pertimbangan Kami

Megapolitan
Warga Tanah Tinggi Tolak Perubahan Nama Jalan, Begini Respons Wagub Ariza

Warga Tanah Tinggi Tolak Perubahan Nama Jalan, Begini Respons Wagub Ariza

Megapolitan
Wagub DKI: Kasus Covid-19 Bertambah 1.255 dalam Sehari

Wagub DKI: Kasus Covid-19 Bertambah 1.255 dalam Sehari

Megapolitan
Sejumlah Warga Jakpus Tolak Perubahan Nama Jalan, Ini Langkah yang Akan Diambil Pemerintah Kota

Sejumlah Warga Jakpus Tolak Perubahan Nama Jalan, Ini Langkah yang Akan Diambil Pemerintah Kota

Megapolitan
2 Mobil dan 2 Motor Kecelakaan di Karawaci Tangerang, Seorang Sopir Diamankan Polisi

2 Mobil dan 2 Motor Kecelakaan di Karawaci Tangerang, Seorang Sopir Diamankan Polisi

Megapolitan
Duduk Perkara Akses Jalan Menuju SDN Pamulang Timur 01 Ditutup Tanggul, Ada Ahli Waris Tuntut Hak

Duduk Perkara Akses Jalan Menuju SDN Pamulang Timur 01 Ditutup Tanggul, Ada Ahli Waris Tuntut Hak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.