Survei Litbang "Kompas": Debat Pamungkas Jadi Penentu

Kompas.com - 09/02/2017, 09:04 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengikuti debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1/2017). Temanya membahas reformasi birokrasi serta pelayanan publik dan KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengikuti debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1/2017). Temanya membahas reformasi birokrasi serta pelayanan publik dan
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Litbang Kompas melakukan survei terkait Pilkada DKI Jakarta pada 28 Januari-4 Februari 2017. Salah satu indikator yang diukur yakni pengaruh debat terhadap preferensi publik.

Dari 804 responden yang dianalisis, 57,6 persen di antaranya menyatakan menonton debat pertama Pilkada DKI pada 13 Januari yang mengambil tema "Pembangunan Sosial Ekonomi".

Sementara debat kedua pada 27 Januari yang mengusung tema "Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik, dan Penataan Kota" ditonton 62,2 persen responden.

Survei ini mengindikasikan debat berdampak terhadap preferensi pemilih. Sebanyak 28,4 responden yang menonton debat mengaku lebih yakin untuk mengubah pilihan.


Jika dilihat dari perbedaan tingkat elektabilitas pasangan calon yang masih dekat, 7,1 persen responden belum menentukan pilihan, dan ada 28,4 persen responden lebih yakin untuk berubah pilihan setelah menonton debat, maka debat ketiga pada Jumat (10/2/2017) akan berdampak besar.

"Dampak debat ini bisa meningkatkan elektabilitas pasangan calon, tetapi juga bisa sebaliknya. Ini bergantung pada preferensi pemilih," kata peneliti senior politik pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsuddin Haris, dihubungi dari Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Menurut Syamsuddin, jika preferensi pemilih lebih ke program atau gagasan, pasangan calon yang dipilih ialah yang menawarkan program realistis di debat terakhir. Namun, debat itu juga bisa tidak berdampak banyak bagi sebagian pemilih yang preferensinya bukan program, melainkan lebih pada sentimen kultural atau sektarian.

Sumber: Litbang Kompas. Infografik: Gunawan/Luhur Survei Litbang Kompas - Elektabilitas Calon Gubernur DKI Jakarta

Perhatian

Melihat ada 28,4 persen responden yang lebih yakin untuk berubah pikiran, Syamsuddin berpendapat, dalam Pilkada DKI Jakarta, debat cukup menentukan pilihan masyarakat.

"Oleh karena itu, kemampuan pasangan calon menunjukkan kinerja atau janji kinerja akan sangat menentukan berhasil atau tidak (dalam pilkada)," katanya.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia Aditya Perdana menilai, apakah Pilkada DKI Jakarta akan menjadi satu putaran atau dua putaran sangat bergantung pada pemilih yang belum menentukan pilihan dan pemilih yang masih bisa berpindah pilihan.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Megapolitan
PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Megapolitan
Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Megapolitan
Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Megapolitan
DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X