Kompas.com - 14/07/2017, 20:08 WIB
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Polisi menyebut penyelundup satu ton sabu dari China sudah berada lebih dari satu bulan di Indonesia. Dalam kurun waktu tersebut, para pelaku melakukan survei untuk menentukan lokasi yang dinilai aman untuk mengambil barang terlarang itu.

"Mereka turun di Jakarta, selama 1,5 bulan menginap di Jakarta, melakukan komunikasi dengan beberapa orang, kemudian melakukan survei," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/7/2017).

Nico menuturkan, mengetahui kedatangan para pelaku, polisi terus membuntuti mereka. Informasi kedatangan para pelaku diperoleh polisi berdasarkan keterangan dari Kepolisian Taiwan.

"Pada saat survei, anggota kami (mengikuti) sangat hati-hati. Mereka hati-hati sekali dan kami harus lebih hati-hati," kata Nico.

(baca: Pengendali Sabu 1 Ton Sempat Ingin Tabrak Polisi dengan Mobilnya)

Akhirnya, pada Kamis (13/7/2017) dini hari, tim gabungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Polres Depok menggagalkan penyelundupan satu ton sabu asal China di eks Hotel Mandalika, Serang, Banten.

Dari pengungkapan itu polisi menangkap empat WN Taiwan, yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li.

Adapun Lin Ming Hui tewas ditembak karena melawan.

(baca: Begini Proses Mengungkap Penyelundupan Sabu 1 Ton dari China)

Kompas TV Polda Metro Jaya Sita 1 Ton Sabu, 4 WNA Ditangkap
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Gembira Gembrong Dibangun Pakai Dana Infak Salat Idul Fitri di JIS

Kampung Gembira Gembrong Dibangun Pakai Dana Infak Salat Idul Fitri di JIS

Megapolitan
Kronologi Balap Liar Mobil di Asia Afrika, Berawal dari Saling Geber-geber

Kronologi Balap Liar Mobil di Asia Afrika, Berawal dari Saling Geber-geber

Megapolitan
Earth Hour, Ini Jalan Protokol di Jakarta yang Lampunya Dipadamkan Malam Ini

Earth Hour, Ini Jalan Protokol di Jakarta yang Lampunya Dipadamkan Malam Ini

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Pelaku Balap Liar di Jalan Asia Afrika dan Sita Kendaraan

Polisi Tangkap 3 Pelaku Balap Liar di Jalan Asia Afrika dan Sita Kendaraan

Megapolitan
Anies Baswedan Minta Presiden Jokowi Akomodasi Suara Anak Muda

Anies Baswedan Minta Presiden Jokowi Akomodasi Suara Anak Muda

Megapolitan
UPDATE 1 Juli: Bertambah 70, Pasien Dirawat Kasus Covid-19 di Tangerang Kini 443

UPDATE 1 Juli: Bertambah 70, Pasien Dirawat Kasus Covid-19 di Tangerang Kini 443

Megapolitan
 'Kami Sedang Rawat Bayi yang Dibuang ke Kali, Kenapa Malah Diusir?'

"Kami Sedang Rawat Bayi yang Dibuang ke Kali, Kenapa Malah Diusir?"

Megapolitan
Sopir Travel Tewas Usai Ditabrak Mobil di Lenteng Agung Saat Turunkan Barang Penumpang

Sopir Travel Tewas Usai Ditabrak Mobil di Lenteng Agung Saat Turunkan Barang Penumpang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Wali Kota Jakpus Ditolak Warga Saat Bagikan KTP Baru | Desain Kampung Gembira

[POPULER JABODETABEK] Wali Kota Jakpus Ditolak Warga Saat Bagikan KTP Baru | Desain Kampung Gembira

Megapolitan
UPDATE 1 Juli 2022: Tambah 123, Kumulatif Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 86.770

UPDATE 1 Juli 2022: Tambah 123, Kumulatif Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 86.770

Megapolitan
Satu Rumah dan 7 Kos-kosan di Matraman Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Satu Rumah dan 7 Kos-kosan di Matraman Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Menengok Rumah Akar Batavia di Kota Tua, Bangunan Bekas Gudang yang Eksotis

Menengok Rumah Akar Batavia di Kota Tua, Bangunan Bekas Gudang yang Eksotis

Megapolitan
Satu Keluarga Diminta Keluar dari Rusun Jatinegara Barat, padahal Sedang Urus Bayi yang Sempat Dibuang ke Kali

Satu Keluarga Diminta Keluar dari Rusun Jatinegara Barat, padahal Sedang Urus Bayi yang Sempat Dibuang ke Kali

Megapolitan
Cerita Remaja Citayam yang Nongkrong dan Bikin Konten di Sekitar Stasiun MRT Dukuh Atas

Cerita Remaja Citayam yang Nongkrong dan Bikin Konten di Sekitar Stasiun MRT Dukuh Atas

Megapolitan
Museum Sejarah Jakarta: Sejarah, Isi, Harga Tiket, dan Jam Buka

Museum Sejarah Jakarta: Sejarah, Isi, Harga Tiket, dan Jam Buka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.