Uang Pengunjung Pantai Perawan yang Dikelola Warga untuk Anak Yatim dan Janda

Kompas.com - 03/10/2017, 18:42 WIB
Warga Pulau Pari mengadu ke Komisi A DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/10/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Warga Pulau Pari mengadu ke Komisi A DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua RW 04 di Pulau Pari, Sulaiman, mengatakan selama ini Pantai Perawan dikelola sendiri oleh masyarakat tanpa campur tangan pemerintah.

Ada semacam uang retribusi sebesar Rp 3.500 sampai Rp 5.000 yang ditarik warga sekitar kepada pengunjung Pantai Perawan.

Sulaiman mengatakan uangnya digunakan untuk membantu warga sekitar yang membutuhkan.

"Uangnya ada yang buat anak yatim, para jompo, janda, mushala, madrasah, dan majelis taklim di sana," ujar Sulaiman di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (3/10/2017).

Sulaiman mengatakan ada presentase tertentu dalam pembagian uang dari pengunjung Pantai Perawan.

Baca: Warga Pulau Pari Protes, Renovasi Rumah Sendiri Dilarang oleh PT Bumi Pari Asri

Selain untuk anak yatim hingga janda, uang juga digunakan untuk operasional pengelola pantai dan juga uang kas. Dia membantah bahwa uang dari pengunjung Pantai Perawan digunakan untuk memperkaya diri sendiri.

"Itu peruntukannya untuk itu semua, jadi tidak untuk memperkaya diri sendiri," kata Sulaiman.

Kata dia, nasib buruk yang menimpa tiga warga Pulau Pari terkait dengan pengelolaan Pantai Perawan ini. Mereka dipenjara karena dinilai melakukan pungutan liar terhadap pengunjung pantai.

Padahal, kata Sulaiman, mereka yang ditangkap merupakan "pejuang" yang membantu ekonomi warga miskin di Pulau Pari.

Baca: Warga Pulau Pari dan PT Bumi Pari Asri Berebut Lahan, Peta Pun Digelar

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah mengakui Pantai Perawan memang tidak dikelola oleh pemerintah. Dia sedang berupaya agar pemerintah bisa masuk dan membina warga dalam melakukan pengelolaan pantai.

"Mereka kan harus diberdayakan. Jangan sampai itu jadi kepentingan bagi segelintir orang saja. Orang kan juga tanya ke saya, uang itu larinya kemana?" kata Irman.


EditorDian Maharani

Terkini Lainnya

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Megapolitan
Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Regional
BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

Nasional
Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Regional
Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Nasional
Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Regional
Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Nasional
Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Nasional
Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Regional
Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Regional
La Nyalla Ancam 'Amputasi' Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

La Nyalla Ancam "Amputasi" Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Regional
Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Regional
TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

Regional
Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Megapolitan

Close Ads X