Suka Cita Warga Bukit Duri Rayakan Kemenangannya Bersama Gubernur DKI...

Kompas.com - 28/10/2017, 09:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan warga Bukit Duri di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Junat (27/10/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan warga Bukit Duri di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Junat (27/10/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejatinya, kekalahan pada pengadilan akan membuat seseorang merasa kecewa. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno terkait kekalahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap warga Bukit Duri.

Satu hari setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan class action, warga Bukit Duri langsung mendatangi Balai Kota, Jumat (28/10/2017). Anies pun bersuka cita menyambut kedatangan mereka di sana. Maklum saja, perseteruan Pemprov DKI dan warga Bukit Duri memang bukan perseteruan Anies-Sandi.

Masalah antara keduanya berlangsung ketika Pemprov DKI masih dipimpin pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Saat belum berada di dalam pemerintahan, Anies cukup sering mendatangi Bukit Duri. Saat masa kampanye, Anies bahkan membuat kontrak politik dengan warga.

(Baca: Anies-Sandi dan Sejumlah Janji untuk Warga Bukit Duri)

Setelah dia berada di pemerintahan, warga Bukit Duri menang gugatan class action atas penertiban yang dilakukan Pemprov DKI pada 28 September 2016. Gayung bersambut, Anies pun ikut bersyukur atas kemenangan itu. Dengan kewenangannya sebagai gubernur saat ini, Anies memutuskan tidak mengajukan banding.

"Wah ini warga Bukit Duri," kata Anies. 

"Masih ingat enggak Pak?" kata warga. 

"Masih. Alhamdulillah," kata Anies. 

Suasana begitu hangat ketika Anies bertemu kembali dengan warga Bukit Duri. Pertemuannya tidak lagi di kampung mereka, melainkan di Balai Kota, tempat si pembuat kebijakan yang dulu dilawan warga.

(Baca: Menang di Pengadilan, Warga Bukit Duri Ramai-ramai ke Balai Kota)

Seperti reuni, Anies mengingat bahwa Bukit Duri adalah tempat pertama yang dia tuju setelah menang dalam pilkada.

"Saya ke sini karena ingin mengingatkan diri saya sendiri bahwa saya pernah berjanji di tempat ini. Dan tempat ini sudah mendengar janji berkali-kali," ujar Anies.

Anies juga membawa-bawa kain gendongan yang dulu diberikan Ibu Sadiah, seorang ibu di Bukit Duri. Sadiah sendiri juga hadir di Balai Kota kemarin.

Anies mengatakan kain gendongan itu membuat dia merasa memiliki tanggung jawab ekstra terhadap warga Bukit Duri. Kain gendongan itu bagaikan simbol permintaan warga yang memintanya "menggendong" atau mengurus anak-anak di Jakarta.

Pada akhir pertemuan mereka, Anies mengajak warga berfoto. Fotonya dengan menggunakan kain gendongan yang selalu dia bawa kemana mana.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Megapolitan
BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

Megapolitan
Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Megapolitan
Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Megapolitan
Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Megapolitan
Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Megapolitan
Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Megapolitan
Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Megapolitan
Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Megapolitan
Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Megapolitan
Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Megapolitan
Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Megapolitan
Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X