Pedagang Musiman di Stasiun Jatinegara Akan Direlokasi ke Jalan Bekasi 1

Kompas.com - 12/06/2018, 19:09 WIB
Jalan Bekasi 1 akan dialokasolikan jadi pasar tumpah di malam takbir, Selasa (12/6/2018)STANLY RAVEL Jalan Bekasi 1 akan dialokasolikan jadi pasar tumpah di malam takbir, Selasa (12/6/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Timur akan merelokasi para pedagang musiman yang biasanya memadati Jalan Raya Bekasi Barat atau di depan Stasiun Jatinegara ke Jalan Bekasi 1, samping sentra batu akik Rawa Bunga.

"Kami akan alihkan pedagang, sebagian akan kami tempatkan ke Jalan Bekasi 1," ujar Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana kepada Kompas.com, di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (12/6/2018).

Ia berharap relokasi ini dapat menguntungkan pedagang dan pengguna jalan. Para pedagang, lanjut dia, tidak perlu berdagang hingga menutup jalan. 

Baca juga: 385 Petugas Gabungan Dikerahkan untuk Tertibkan Kawasan Jatinegara

"Pedagang ini sudah setiap takbiran seperti ini, seperti tradisi. Jadi kami berikan win-win solution, mereka tetap bisa berdagang tanpa ganggu lalu lintas. Hal ini juga sudah disosialisasikan kecamatan dan kelurahan," katanya.

Bambang mengatakan, pedagang tidak perlu khawatir barang dagangan mereka tidak laku. 

Dia meyakini, lokasi baru semakin mendekatkan pedagang dan warga.

Baca juga: 35 Kios Barang Bekas di Jatinegara Terbakar

Kasatpol PP Kecamatan Jatinegara Sadikin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan petugas untuk menjaga pedagang tidak berdagang sampai ke jalan. 

"Kalau sampai membeludak, kami pertahankan agar busway tetap steril agar bisa digunakan, paling tidak sampai jalur transjakarta," ujar Bambang.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X