Terselip Stiker Kampanye Saat Kunjungan Sekolah, Caleg Gerindra Sebut Hanya untuk Pengenalan

Kompas.com - 05/12/2018, 15:29 WIB
Caleg Gerindra sekaligus anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arief dalam agenda sidang keterangan terdakwa terkait kasus pelanggaran kampanye di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Rabu (5/12/2018). Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUMCaleg Gerindra sekaligus anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arief dalam agenda sidang keterangan terdakwa terkait kasus pelanggaran kampanye di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Rabu (5/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa Mohammad Arief menjelaskan maksud keberadaan alat peraga kampanye (APK) berupa stiker dalam bingkisan cinderamata saat berkunjung ke SMP 127 Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada 3 Oktober 2018.

Menurutnya, stiker tersebut adalah bentuk pengenalan dalam kunjungan reses sebagai anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ke acara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Wilayah II Jakarta Barat.

"Ternyata di dalam cinderamata ada kenang-kenangan stiker, itu untuk apa?" tanya Hakim Ketua Rustiyono dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (5/12/2018).

"Untuk pengenalan," jawab Arief.

Dalam kunjungan tersebut, terdakwa menyiapkan sekitar 80-90 bingkisan berisi sarung dan stiker kampanye untuk dibagikan kepada guru-guru yang hadir. Menurutnya, per bungkus senilai Rp 45.000.

"Ya untuk memperkenalan diri. Kalau masyarakat punya penilaian untuk memilih, saya silakan," kata Arief.

Baca juga: Caleg Gerindra Informasikan Nomor Urutnya Saat Temui Guru-guru di SMP 127

Dalam stiker tersebut berisi foto Arief berkopiah dan jas hitam. Kemudian terulis nama Drs. H. Moh. Arief, M.M, M.Pd dengan keterangan Caleg DPRD DKI Jakarta 2019 Dapil 10 Jakarta Barat.

Stiker tersebut juga terdapat nomor urut 4 dan ada logo Partai Gerindra.

Dalam kejadian tersebut, terdakwa Arief disangkakan dua pasal dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pasal pertama Pasal 521 juncto Pasal 280 ayat (1) huruf H tentang Larangan Kampanye di Tempat Pendidikan.

Selanjutnya, Pasal 493 merujuk Pasal 280 ayat (2) huruf F tentang Larang Mengikutsertakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam hal ini Kepala Sekolah SMP 127, Mardiana, ikut terseret sebagai pihak yang mengizinkan acara MGMP terlaksana di sana.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Megapolitan
Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Megapolitan
Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Megapolitan
Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Megapolitan
Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Megapolitan
Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Megapolitan
Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Megapolitan
Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Megapolitan
Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Megapolitan
Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X