Kompas.com - 05/03/2019, 21:45 WIB
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). Progres pembangunan MRT hingga saat ini sudah mencapai 99,06 persen dan rencana operasi komersial diperkirakan di antara 24-31 Maret. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). Progres pembangunan MRT hingga saat ini sudah mencapai 99,06 persen dan rencana operasi komersial diperkirakan di antara 24-31 Maret.

JAKARTA, KOMPAS.com - Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan, sebanyak 92.348 orang telah mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Hingga pukul 19.00 WIB sebanyak 92.348 orang telah melakukan pendaftaran. Dengan demikian, dari total kuota publik yang dibuka untuk periode 12–24 Maret sebanyak 285.600 orang, maka tersisa kuota sebanyak 193.252 orang," kata Kamaludin dalam keterangan tertulis, Selasa (5/3/2019).

Baca juga: Ini Jumlah Kuota yang Disediakan untuk Uji Coba MRT

Kamaludin menjelaskan, sebagian besar pendaftar memilih berangkat dari Stasiun Bundaran HI.

"Mayoritas pendaftar memilih stasiun keberangkatan yaitu Stasiun MRT Bundaran HI sebanyak 25.000 orang dan Stasiun MRT Lebak Bulus sebanyak 19.000 orang," ujar Kamaludin.

Sementara, waktu keberangkatan yang banyak dipilih adalah Minggu tanggal 17 Maret.

"Pada hari Sabtu tanggal 16 Maret, tercacat sebanyak 19.000 orang. Sementara, hari Minggu tanggal 17 Maret, sebanyak 22.000 orang," lanjut Kamaludin.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat bisa mendaftar untuk mengikuti kegiatan uji coba MRT Jakarta melalui laman http://www.ayocobamrtj.com sejak 5 Maret 2019 pukul 10.00 WIB.

Saat mendaftar, masyarakat hanya akan diminta untuk mengisi data diri seperti nama, alamat tempat tinggal, dan nomor kartu identitas.

PT MRT Jakarta menerapkan sistem kuota saat uji coba operasi penuh kereta MRT untuk publik.

Artinya, ada pembatasan jumlah warga yang akan mengikuti uji coba naik kereta MRT tersebut.

Baca juga: Dalam Dua Jam, Tiket Uji Coba Kereta MRT untuk 12 Maret Habis

Tak ada batas usia bagi orang yang ingin mengikuti uji coba naik kereta MRT.

"Pemberlakuan kuota ini dengan mempertimbangkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan masyarakat yang berpartisipasi dalam uji coba ini," ujar Kamaludin.

Bagi masyarakat yang belum mendapat giliran mengikuti uji coba pada hari tertentu, masih bisa mendaftar untuk ikut tahapan uji coba pada hari berikutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Begal Bercelurit Beraksi di Bekasi, Polisi Periksa Rekaman CCTV

Diduga Begal Bercelurit Beraksi di Bekasi, Polisi Periksa Rekaman CCTV

Megapolitan
Kadin DKI Anggap Pergub Lama Anies tentang Kenaikan UMP 0,85 Persen Masih Berlaku meski Sudah Direvisi

Kadin DKI Anggap Pergub Lama Anies tentang Kenaikan UMP 0,85 Persen Masih Berlaku meski Sudah Direvisi

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Sebut Banjir di 9 RT Jakarta Barat Sudah Mulai Surut

BPBD DKI Jakarta Sebut Banjir di 9 RT Jakarta Barat Sudah Mulai Surut

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 73,3 Persen

UPDATE 19 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 73,3 Persen

Megapolitan
Trotoar di Cilandak Dibongkar secara Ilegal, Pemkot Jaksel Akui Pengawasan Sudin Bina Marga Lemah

Trotoar di Cilandak Dibongkar secara Ilegal, Pemkot Jaksel Akui Pengawasan Sudin Bina Marga Lemah

Megapolitan
Wagub DKI: Sejauh Pekerjaan Dapat Dikerjakan dari Rumah, Kami Minta Kerjakan di Rumah

Wagub DKI: Sejauh Pekerjaan Dapat Dikerjakan dari Rumah, Kami Minta Kerjakan di Rumah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik, Pemprov DKI Jakarta Pertimbangkan Hapus Sementara Aturan Ganjil Genap

Kasus Covid-19 Naik, Pemprov DKI Jakarta Pertimbangkan Hapus Sementara Aturan Ganjil Genap

Megapolitan
Kejari Jakpus Eksekusi DPO Kasus Korupsi Bank Mandiri Senilai Rp 120 Miliar

Kejari Jakpus Eksekusi DPO Kasus Korupsi Bank Mandiri Senilai Rp 120 Miliar

Megapolitan
Banjir Tak Surut dalam 6 Jam, Wagub DKI: Beberapa Titik Memang Datarannya Sangat Rendah

Banjir Tak Surut dalam 6 Jam, Wagub DKI: Beberapa Titik Memang Datarannya Sangat Rendah

Megapolitan
Menyangsikan Manfaat Sumur Resapan, Bikin Jalan Rusak, sedangkan Banjir Tetap Lama Surut

Menyangsikan Manfaat Sumur Resapan, Bikin Jalan Rusak, sedangkan Banjir Tetap Lama Surut

Megapolitan
4 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron, Kini Dirawat di RS

4 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron, Kini Dirawat di RS

Megapolitan
PDI-P DKI Sebut Sumur Resapan Program Unggulan Anies Terbukti Gagal Atasi Banjir Jakarta

PDI-P DKI Sebut Sumur Resapan Program Unggulan Anies Terbukti Gagal Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Problematika Banjir yang Merendam Tegal Alur Jakarta Barat

Problematika Banjir yang Merendam Tegal Alur Jakarta Barat

Megapolitan
Ini Alasan Wagub DKI soal Banjir Jakarta yang Belum Surut dalam 6 Jam

Ini Alasan Wagub DKI soal Banjir Jakarta yang Belum Surut dalam 6 Jam

Megapolitan
Manuver Kadin Tolak Kenaikan UMP 5 Persen, Kini Kritik Apindo yang Gugat Anies

Manuver Kadin Tolak Kenaikan UMP 5 Persen, Kini Kritik Apindo yang Gugat Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.