Ngabuburit di Depok Bisa Naik Kendaraan Wisata Bernama Oren, Ini Rutenya

Kompas.com - 06/05/2019, 17:27 WIB
Odong-odong keren di Depok, Senin (6/5/2019). Dokumen Organda DepokOdong-odong keren di Depok, Senin (6/5/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com- Keliling dengan kendaraan wisata khas Depok bernama Oren (odong-odeng keren) bisa menjadi alternatif warga Depok untuk ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa.

Rute ngabuburit yang dapat dinikmati yaitu dari Alun-alun Depok, di Grand Depok City (GDC) hingga ke Situ Cilodong.

Hal tersebut diungkapkan oleh Abdul Hasyim, Sekertaris Organda Depok pada Senin (6/5/2019).

Ia mengatakan, membawa masyarakat Depok untuk ngabuburit ini merupakan bentuk uji coba sebelum Oren ini nantinya akan dioperasikan.

Baca juga: Paket Bahan Pokok Dijual di Pasar Murah Depok, Ini Lokasinya...

Oren akan memulai perjalanannya pukul 16.00 WIB hingga buka puasa setiap Senin hingga Minggu.

"Ini baru satu bus yang dioperasikan untuk uji coba mengantarkan warga Depok ngabuburit," ucapnya.

Ia mengatakan, oren ini dapat menampung sekitar 20 hingga 25 orang untuk berkeliling Depok .

Abdul berharap dengan adanya Oren dapat membantu masyarakat khususnya lansia dan anak-anak untuk menikmati puasanya.

Baca juga: Berbukalah dengan yang Manis, Semanis Dodol Depok

"Kita sih semua boleh naik terkhusus lansia dan anak-anak menambah semangat puasanya dan berharapnya antusias masyarakat besar dengan adanya oren ini," ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok berencana meluncurkan kendaraan oren atau kendaraan wisata khas Depok.

Kepala Dinas Perhubungan, Dadang Wihana mengatakan, oren ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda Demi Keselamatan Rakyat

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda Demi Keselamatan Rakyat

Megapolitan
RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Megapolitan
Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Megapolitan
Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Megapolitan
26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

Megapolitan
Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

Megapolitan
Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

Megapolitan
Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

Megapolitan
Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

Megapolitan
Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

Megapolitan
Sepekan Pengetatan PSBB di Jakarta, Jumlah Penumpang KRL Turun 21 Persen

Sepekan Pengetatan PSBB di Jakarta, Jumlah Penumpang KRL Turun 21 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X