Walhi Nilai Alasan Penerbitan IMB di Pulai Reklamasi Tidak Jelas

Kompas.com - 17/06/2019, 21:38 WIB
Suasana di Pulau D, pesisir hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.com/Vitorio MantaleanSuasana di Pulau D, pesisir hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta menilai penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) di Pulau D, pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta memperlihatkan pemerintah mengutamakan kepentingan pemilik modal.

"Walhi Jakarta menilai, argumentasi Gubernur DKI Jakarta terkait pemberian IMB sangatlah tidak jelas dan bukti bahwa reklamasi adalah proyek ambisius kuasa modal," kata Direktur Eksekutif Walhi DKI Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi, di kantornya di kawasan, Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Salah satu alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menerbitkan IMB tersebut adalah terlanjur diterbitkanya Pergub 206 tahun 2016 tentang Panduan Rancang Kota Pulau C, Pulau D, dan Pulau E.

Baca juga: Pulau D Reklamasi yang Berdenyut Malam Hari...

"Pertanyaan utamanya adalah apakah Gubernur DKI dapat tidak memberikan IMB? Tentu sangat bisa. Namun Gubernur lebih memilih diterbitkan dengan alasan keterlanjuran," kata dia.

Pergub 206 dilandasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 tahun 2005 Pasal 18 ayat 3.

PP tersebut menyebutkan pada kawasan yang belum memiliki rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR), pemerintah daerah dapat memberikan persetujuan mendirikan bangunan gedung pada daerah tersebut untuk jangka waktu sementara.

Atas dasar itulah, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang saat itu menjabat gubernur DKI Jakarta menerbitkan Pergub 206 tahun 2016 sebagai rancangan kota di atas pulau reklamasi.

Anies mengatakan, pihaknya kini menerbitkan IMB di pulau rekalamsi karena telah terikat Pergub yang telah diterbitakan di era Ahok itu.

"Untuk itu, alsan lainya yang membuat Gubernur DKI memberikan IMB dengan alasan ketaatan dan good governance adalah mengada - ngada, karena mereka sendiri yang mencotohkan dan memperlihatkan perilaku tata kelola yang buruk," ujar Tubagus.

Baca juga: Beredar Kabar DKI Cabut Segel, Begini Kondisi Pulau D Hasil Reklamasi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat di RSUI Depok

8 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat di RSUI Depok

Megapolitan
Virus Corona Bisa Dicegah, Ini Tips dari Sudin Kesehatan Jaktim

Virus Corona Bisa Dicegah, Ini Tips dari Sudin Kesehatan Jaktim

Megapolitan
Sidak ke Lokasi Revitalisasi Monas, Ketua DPRD DKI Minta Proyek Dihentikan

Sidak ke Lokasi Revitalisasi Monas, Ketua DPRD DKI Minta Proyek Dihentikan

Megapolitan
Bajing Loncat di Cilincing Manfaatkan Kemacetan Saat Beraksi

Bajing Loncat di Cilincing Manfaatkan Kemacetan Saat Beraksi

Megapolitan
Ini Kronologi Penemuan Mayat WN Austria di Kamar Indekos di Setiabudi

Ini Kronologi Penemuan Mayat WN Austria di Kamar Indekos di Setiabudi

Megapolitan
Kronologi Penumpang Transjakarta yang Diserang Perempuan hingga Leher Tersayat

Kronologi Penumpang Transjakarta yang Diserang Perempuan hingga Leher Tersayat

Megapolitan
Gugatan Reklamasi Pulau M, Gubernur Anies Menang di Tingkat Banding

Gugatan Reklamasi Pulau M, Gubernur Anies Menang di Tingkat Banding

Megapolitan
Warga BPI Keluhkan Tandon yang Dangkal, Camat Pamulang Ajukan Pengerukan Ke Dinas PU

Warga BPI Keluhkan Tandon yang Dangkal, Camat Pamulang Ajukan Pengerukan Ke Dinas PU

Megapolitan
PTUN Batalkan SK Anies soal Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F

PTUN Batalkan SK Anies soal Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F

Megapolitan
Dua Remaja di Cilincing Jadi Bajing Loncat untuk Main Game Online

Dua Remaja di Cilincing Jadi Bajing Loncat untuk Main Game Online

Megapolitan
Polisi Sebut Pria yang Tewas di Kamar Kost Setiabudi Merupakan Warga Austria

Polisi Sebut Pria yang Tewas di Kamar Kost Setiabudi Merupakan Warga Austria

Megapolitan
Beraksi di Ruang Publik, Eksibisionis Bisa Dijerat UU Pornoaksi tanpa Aduan Korban

Beraksi di Ruang Publik, Eksibisionis Bisa Dijerat UU Pornoaksi tanpa Aduan Korban

Megapolitan
Kamera ETLE Identifikasi Pelat Nomor Jakarta, Bagaimana dengan Pelanggaran oleh Plat Nomor Pendatang?

Kamera ETLE Identifikasi Pelat Nomor Jakarta, Bagaimana dengan Pelanggaran oleh Plat Nomor Pendatang?

Megapolitan
Dinkes DKI Minta Seluruh Petugas Medis Siapkan Alat Pelindung Diri Hadapi Pasien Corona

Dinkes DKI Minta Seluruh Petugas Medis Siapkan Alat Pelindung Diri Hadapi Pasien Corona

Megapolitan
Bandara Soetta Pastikan Penumpang yang Meninggal di Terminal 3 Bukan karena Corona

Bandara Soetta Pastikan Penumpang yang Meninggal di Terminal 3 Bukan karena Corona

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X