Cegah Dampak Polusi Udara Buruk di Jakarta, Dinkes Ingatkan Hidup “CERDIK”

Kompas.com - 11/07/2019, 22:26 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, di kantor Dinas Kesehatan, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat,  Kamis (11/7/2019) KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAKepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, di kantor Dinas Kesehatan, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019)
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengingatkan bahwa semua masyarakat berpotensi terdampak polusi udara yang buruk.

Namun, dampak polusi udara itu bisa dicegah dengan masyarakat hidup "CERDIK".

“Jadi polusi udara itu hanya 60 persen penyebab kita terkena dampak polusi udara. Sisanya karena kehidupan kita yang tidak CERDIK," ujar Widyastuti di Kantor Dinkes DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Ia menjelaskan, CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

Baca juga: Upaya Dinas Kesehatan DKI Jakarta Tekan Angka Masyarakat Terdampak Pencemaran Udara

Menurut dia, dengan masyarakat menjalankan hidup CERDIK dijalankan dengan baik, maka dapat mengurangi risiko terdampak polusi udara.

Ia menyebutkan, ada lima penyakit yang salah satu penyebabnya adalah polusi udara, yakni infeksi saluran pernafasan akut ( ISPA), asma, pneumina, kanker, dan kencing manis.

Widyastuti mengatakan, lima penyakit itu menyerang bukan hanya karena polusi udara. Melainkan, hidup yang tidak CERDIK pun menjadi faktor lain penyebabnya.

"Jika kita menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, maka risiko atau kemungkinan untuk terkena kanker akan berkurang," lanjut Widyastuti.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada Januari hingga Mei 2019 ada 906.270 kasus ISPA yang ditemukan.

Kasus ISPA selama lima bulan belakangan ini diketahui menurun.

Baca juga: Ini Enam Penyakit yang Ditimbulkan akibat Polusi Udara

"Pada Januari ada 178.501 kasus, Febuari ada 232.403, Maret ada 202.034 kasus, April ada 165.105, dan Mei ada 127.227," ucap Widyastuti.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Penyebar Video Ancam Bunuh Jokowi Mengaku Tak Ditengok Teman-temannya

Wanita Penyebar Video Ancam Bunuh Jokowi Mengaku Tak Ditengok Teman-temannya

Megapolitan
PAN Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Pembangunan Kampung Akuarium

PAN Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Pembangunan Kampung Akuarium

Megapolitan
Sopir Truk yang Tabrak Pemotor hingga Tewas Serahkan Diri ke Polisi

Sopir Truk yang Tabrak Pemotor hingga Tewas Serahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Megapolitan
Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Megapolitan
Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Megapolitan
Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Megapolitan
Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Megapolitan
Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Megapolitan
RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Megapolitan
Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Megapolitan
Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X