Ondel-ondel dan Pertarungan Belief Masyarakat Betawi

Kompas.com - 16/07/2019, 07:00 WIB
Parade ondel-ondel memeriahkan acara Explore Ondel-Ondel di Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/6/2018). Acara ini digelar dalam rangkaian HUT ke-491 Jakarta. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOParade ondel-ondel memeriahkan acara Explore Ondel-Ondel di Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/6/2018). Acara ini digelar dalam rangkaian HUT ke-491 Jakarta.


KOMPAS.comOndel-ondel awalnya adalah representasi belief masyarakat Betawi akan kekuatan maha besar di luar manusia. Ia simbol pertahanan, penolak bala dari kekuatan jahat yang tak terlihat.

Kini, belief itu luntur, tak tersisa. Ia tak lebih seonggok boneka kayu raksasa yang digoyang-goyang di jalanan demi menambal perut yang keroncongan. Urusan perut adalah juga belief.

Dalam sejarahnya yang panjang, ondel-ondel menyisakan cerita tentang pertarungan belief masyarakat yang berjuang mencari makna hidup dari masa ke masa.

Antropolog Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ayu Nova Lissandhi yang pernah meneliti soal ondel-ondel bercerita, sejak kepopulerannya di kehidupan masyarakat Jakarta, ondel-ondel selalu jadi rebutan dan tarik-menarik. Bahkan di kelompok Betawi sendiri.

Pada mulanya, ondel-ondel berfungsi sebagai tradisi ritual masyarakat Betawi. Keberadaan ondel-ondel erat kaitannya dengan animisme atau kepercayaan terhadap roh dan benda-benda suci.

Baca juga: Ondel-ondel, Ikon Betawi yang Terpaksa Ngibing dan Ngamen buat Bertahan

Ondel-ondel digunakan untuk menolak bala atau menolak kesialan dan roh jahat. Biasanya, ondel-ondel tampil di perkawinan, khitanan, terutama ketika masyarakat sedang kesusahan.

“Ondel-ondel merupakan bagian dari tradisi dan ada beberapa ritual yang dilakukan oleh pendukungnya mulai dari proses pembuatan hingga saat dilakukan arakan,” kata Ayu kepada Kompas.com, Minggu (14/7/2019).

Ada yang meyakini ondel-ondel terpengaruh budaya China. Ondel-ondel dinilai mirip dengan barongsai. Selain itu, ada juga yang menyebut ondel-ondel warisan hindu dan buddha sebab mirip dengan barong landung dari Bali.

Islam vs praktik mistis

Masalah muncul ketika ada perbedaan pandangan di tengah masyarakat Betawi. Ada betawi tengah yang dikenal sebagai kalangan elit terpelajar dengan pegangan terhadap agama Islam yang kuat dan mengacu pada kebudayaan Arab. Kemudian ada Betawi pinggir yang masih memegang tradisi nenek moyang.

Betawi tengah menolak praktik mistis ondel-ondel karena bertentangan dengan Islam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat Nilai Monas Akan Kelebihan Kapasitas jika Jadi Sirkuit Formula E

Pengamat Nilai Monas Akan Kelebihan Kapasitas jika Jadi Sirkuit Formula E

Megapolitan
Enggar: Wiranto Kini Sudah Bisa Tidur Miring

Enggar: Wiranto Kini Sudah Bisa Tidur Miring

Megapolitan
Sampah Rumah Tangga di Jakarta Diperkirakan Capai 3,2 Juta Ton pada 2025

Sampah Rumah Tangga di Jakarta Diperkirakan Capai 3,2 Juta Ton pada 2025

Megapolitan
Polisi Lalu Lintas Polda Metro Kini Dilengkapi Kamera di Seragam

Polisi Lalu Lintas Polda Metro Kini Dilengkapi Kamera di Seragam

Megapolitan
Bogor Darurat Narkoba, Polisi Ungkap 17 Kasus dan Amankan 20 Pengedar Selama September 2019

Bogor Darurat Narkoba, Polisi Ungkap 17 Kasus dan Amankan 20 Pengedar Selama September 2019

Megapolitan
Hasto Sebut Kasus Penusukan Wiranto sebagai National Warning

Hasto Sebut Kasus Penusukan Wiranto sebagai National Warning

Megapolitan
6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Joglo

6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Joglo

Megapolitan
Antisipasi Demo, Ruas Jalan di Sekitar Istana Merdeka Juga Dialihkan

Antisipasi Demo, Ruas Jalan di Sekitar Istana Merdeka Juga Dialihkan

Megapolitan
Tanggapi Kasus Penusukan Wiranto, Hasto: Hanya Hanum Rais yang Tidak Percaya

Tanggapi Kasus Penusukan Wiranto, Hasto: Hanya Hanum Rais yang Tidak Percaya

Megapolitan
Ditugaskan Megawati, Sekjen PDI-P Hasto Jenguk Wiranto di RSPAD

Ditugaskan Megawati, Sekjen PDI-P Hasto Jenguk Wiranto di RSPAD

Megapolitan
Wanita Penyebar Video Viral Penggal Jokowi Divonis Hari Ini

Wanita Penyebar Video Viral Penggal Jokowi Divonis Hari Ini

Megapolitan
Pelat Nomor Palsu, Polisi Sulit Lacak Pengemudi Mobil Terbakar di Pom Bensin Cipayung

Pelat Nomor Palsu, Polisi Sulit Lacak Pengemudi Mobil Terbakar di Pom Bensin Cipayung

Megapolitan
Sebulan Perluasan Ganjil Genap, Kualitas Udara Jakarta Diklaim Membaik

Sebulan Perluasan Ganjil Genap, Kualitas Udara Jakarta Diklaim Membaik

Megapolitan
Mural, Cara Asyik SDN Pondok Kacang 03 Tingkatkan Pengetahuan Siswanya

Mural, Cara Asyik SDN Pondok Kacang 03 Tingkatkan Pengetahuan Siswanya

Megapolitan
Antisipasi Demo, Polisi Terapkan Rekaya Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR RI

Antisipasi Demo, Polisi Terapkan Rekaya Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR RI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X