Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

Kompas.com - 31/03/2020, 17:31 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok bersiap melakukan tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 dengan sistem drive thru di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempercepat proses pemeriksaan dan mempersempit penyebaran penularan COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas Dinas Kesehatan Kota Depok bersiap melakukan tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 dengan sistem drive thru di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempercepat proses pemeriksaan dan mempersempit penyebaran penularan COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya.

DEPOK, KOMPAS.com - Anggota DPRD Kota Depok, Ikravany Hilman mengkritik Pemerintah Kota Depok yang dianggap tak banyak menaruh perhatian pada pencegahan Covid-19.

Padahal, Pemerintah Kota Depok dan DPRD telah sepakat menggelontorkan anggaran Rp 75 miliar guna menangani Covid-19.

"Sejauh ini kalau kita lihat, dari misalnya, anggaran yang disetujui Rp 75 miliar dipakai apa saja? Enggak kelihatan untuk fokus pencegahan Covid-19," ujar Ikra kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).

"Terlihat yang dilakukan pemerintah kota sangat minim dalam pencegahan. Harusnya pemerintah kota melakukan itu karena mereka punya duitnya, infrastrukturnya," imbuh dia.

Baca juga: Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Ikra memberi contoh, penyemprotan disinfektan di tempat-tempat tak sering dilakukan.

Penyemprotan hanya terbatas di jalan-jalan protokol saja, seperti Jalan Margonda Raya dan Ir H Juanda.

"Orang sekarang tinggal di rumah, tapi rumahnya tidak dilakukan penyemprotan disinfektan," ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Kota Depok itu.

"Sederhana saja, di semua pasar tradisional, ada tidak sosialisasi Covid-19, untuk hati-hati dan jaga kebersihan? Enggak ada sosialisasi. Apalagi penyediaan hand sanitizer dan sebagainya," jelas dia.

Padahal, menurut Ikra, pasar tradisional akan menjadi pusat kerumunan yang akan selalu buka sekalipun mal-mal di Depok mulai menutup operasional.

Baca juga: Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

"Jadi, kalau Pemkot minta Rp 100 miliar pun, kita pasang badan. Tapi yang penting jelas programnya untuk apa," ia mengklaim.

Terkait pencegahan penularan Covid-19 di pasar tradisional, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengklaim bahwa penyemprotan disinfektan akan dilakukan.

Namun ia tak merinci teknis kegiatan itu.

"Untuk menekan penularan di pasar tradisional, dilakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, penyiapan hand sanitizer dan menambah tempat cuci tangan, himbauan secara terus menerus untuk jaga jarak antarkonsumen," kata Dadang pada 26 Maret 2020.

Baca juga: Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Sebagai informasi, per Senin (30/3/2020), Pemerintah Kota Depok mengumumkan total 40 kasus positif Covid-19, dengan 10 orang sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

Sementara itu, kini masih ada 278 pasien yang masih diawasi dan 912 orang yang tengah dipantau terkait Covid-19.

Pemerintah terus menggaungkan instruksi agar warga tetap bertahan di dalam rumah selama pandemi Covid-19 untuk memutus rantai penularan, kecuali terpaksa keluar rumah untuk kebutuhan mendesak.

Warga diminta menjauhi diri dari kerumunan yang dapat mempermudah penularan Covid-19.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X