Pencabulan Anak oleh Pejabat Gereja di Depok: Cerita Orangtua Depresi, Minta Ikut Direhablitasi

Kompas.com - 15/07/2020, 07:17 WIB
Ilustrasi Pencabulan KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Pencabulan

Perlahan, situasi mental anak itu mulai kembali dari keterpurukan, walaupun masih sering dihantui trauma yang gelap. Hal itu dibutuhkan baginya untuk mengarungi masa depan yang masih panjang.

Guntur bersyukur mengenai itu. Namun, ia tak dapat membantah bahwa bukan hanya anaknya yang layak memperoleh rehabilitasi mental dan pulih dari trauma.

Baca juga: Kuasa Hukum: Korban Pencabulan oleh Pejabat Gereja di Depok Bertambah Jadi 21 Anak

Ia tak malu mengakui bahwa dirinya pun butuh penanganan serupa.

Dibayangi rasa marah yang tak tergambarkan, ditambah harus berjibaku mencari barang bukti padahal merupakan korban, jelas membuat kondisi mentalnya limbung.

Itu belum menghitung rentetan cerita memilukan dari korban-korban lain yang akhirnya ikut buka suara setelah Guntur melaporkan SPM ke polisi.

Guntur bilang, ada korban yang usianya lebih belia dari anaknya, dan dicabuli dalam hitungan tahun, bukan lagi bulan.

Kejadiannya bisa di bermacam-macam tempat, mulai dari mobil dan rumah SPM, hingga di rumah korban sendiri.

Baca juga: Anak-anak Korban Pencabulan di Gereja di Depok Diduga Dikondisikan agar Tak Merasa Dicabuli

Kejahatannya juga beragam, bahkan tak kalah hebat, ada beberapa yang sampai disodomi oleh predator seksual anak itu. Tak heran bila isi kepalanya kacau dan ia mengaku butuh direhabilitasi pula.

“Pemerintah dan orang-orang tidak pernah tahu. Dipikirnya, hanya korban saja yang butuh diterapi. Ini salah satu kelemahan juga (dalam sistem peradilan kejahatan seksual di Indonesia),” ungkap Guntur.

“Selama ini, hanya korban yang dipikirkan. Tidak pernah dipikirkan bagaimana bapaknya, ibunya, keluarganya,” imbuhnya.

“Saya juga perlu diterapi. Istri saya juga perlu diterapi.”

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X