Meski Dilarang, Pedagang Kaki Lima Masih Jualan di Area Demo di Medan Merdeka Selatan

Kompas.com - 13/10/2020, 13:27 WIB
Sejumlah pedagang kaki lima masih berada di area demonstrasi di Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta pada Selasa (13/10/2020) meskipun dilarang masuk oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat (Jakpus). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSejumlah pedagang kaki lima masih berada di area demonstrasi di Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta pada Selasa (13/10/2020) meskipun dilarang masuk oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat (Jakpus).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang kaki lima masih berada di area demonstrasi di Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta pada Selasa (13/10/2020).

Padahal, Satpol PP telah melarang mereka berjualan di area tersebut.

Pantauan Kompas.com, pedagang kaki lima seperti penjual minuman, tahu sumedang, kolang kaling, siomay, pedagang kopi kelililing, aksesoris topi, ikat kepala, dan lainnya berada di depan Gedung Kementerian Pariwisata.

Pedagang kaki lima ada yang menggelar lapak dan ada juga yang berkeliling.

Baca juga: Satpol PP Larang Pedagang Kali Lima Masuk Area Demo Tolak Omnibus Law

Massa demonstran terlihat ada yang menyempatkan untuk berbelanja makanan, minuman, dan aksesoris lainnya.

“Sebenarnya sih dilarang, tapi segini banyak sayang kalo enggak jualan,” kata seorang penjual minuman saat ditemui di depan Patung Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta.

Di lokasi demonstrasi, tak terlihat anggota Satpol PP yang bertugas untuk menertibkan pedagang kaki lima.

Sehingga pedagang kaki lima masih bisa berjualan dengan leluasa.

Sebelumnya, Satpol Jakpus memastikan pedagang tidak bisa memasuki area demonstrasi.

Kepala Satpol PP Jakpus Bernard Tambunan membenarkan bahwa lokasi unjuk rasa harus steril dari pedagang kaki lima.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Megapolitan
Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Megapolitan
Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Megapolitan
Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

Megapolitan
Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Pasang Wi-fi Gratis di Seluruh RW Padat Penduduk

Pemprov DKI Akan Pasang Wi-fi Gratis di Seluruh RW Padat Penduduk

Megapolitan
Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Sang Ibu Mengemis

Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Sang Ibu Mengemis

Megapolitan
Terlambat Serahkan KUA-PPAS 2021, Pemprov DKI: Ini Baru Terjadi

Terlambat Serahkan KUA-PPAS 2021, Pemprov DKI: Ini Baru Terjadi

Megapolitan
Golkar: Normalisasi Sungai Terhenti sejak 2018 karena Tak Ada Pembebasan Lahan

Golkar: Normalisasi Sungai Terhenti sejak 2018 karena Tak Ada Pembebasan Lahan

Megapolitan
Fraksi PAN Usul Hibah Tahunan Pemprov DKI Untuk NU dan Muhammadiyah

Fraksi PAN Usul Hibah Tahunan Pemprov DKI Untuk NU dan Muhammadiyah

Megapolitan
Fraksi PSI Tolak Pelibatan Swasta dalam Proyek LRT Jakarta

Fraksi PSI Tolak Pelibatan Swasta dalam Proyek LRT Jakarta

Megapolitan
 Nasdem Minta Pemprov DKI Beri Perhatian Lebih ke Warga di Kepulauan Seribu

Nasdem Minta Pemprov DKI Beri Perhatian Lebih ke Warga di Kepulauan Seribu

Megapolitan
Fraksi Demokat Minta Hasil Tes PCR Bisa Ditingkatkan Jadi Maksimal 2x24 Jam

Fraksi Demokat Minta Hasil Tes PCR Bisa Ditingkatkan Jadi Maksimal 2x24 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X