Kompas.com - 06/11/2020, 12:56 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Calon wali kota Depok Mohammad Idris mengaku bahwa ia masih punya PR untuk mengamankan suara jelang Pilkada Depok 2020.

Tersisa kurang lebih sebulan masa kampanye hingga 5 Desember nanti, Idris yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan fokus kampanye di beberapa titik.

"Hasil survei belum sampai ke saya. Cuma, saya diberi tahu, wilayah-wilayah yang memang perlu mendapatkan perhatian dari saya," kata Idris kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

"Titik-titik itu ada sekitar lebih dari 10 titik, yang bahasanya masih perlu diperhatikan," lanjutnya.

Idris menambahkan, belasan titik "yang perlu diperhatikan" itu tersebar di 13 kelurahan di Kota Depok.

Ia enggan membeberkan secara detail maksud "perlu diperhatikan" itu.

"Yang jelas, saya harus turun ke sana," ucap Idris yang akan berpasangan dengan kader PKS, Imam Budi Hartono, sebagai kandidat nomor urut 2.

Sebagai informasi, Idris sejatinya kalangan nonpartai, namun dikenal dekat dengan pejabat teras PKS.

Idris adalah wali kota Depok saat ini, sedangkan Imam Budi Hartono sudah dua periode duduk sebagai anggota DPRD Jawa Barat.

Idris dan gerbong PKS-nya diprediksi tak akan menang mudah seperti Pilkada Depok edisi-edisi lawas.

Sebab, penantang Idris, Pradi Supriatna-Afifah Alia dibeking koalisi gemuk.

Pradi sendiri adalah wakil Idris saat ini di pemerintahan, dalam arti lain, sesama kandidat petahana.

Koalisi Pradi-Afifah punya 33 kursi di parlemen, terdiri dari PKB, Golkar, PSI, PAN serta dimotori dua partai raksasa, yakni Gerindra dan PDI-P.

Sementara itu, Idris-Imam diusung oleh tiga partai di parlemen, yaitu PKS, Demokrat, dan PPP dengan total 17 kursi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

Megapolitan
UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Megapolitan
Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Megapolitan
Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Megapolitan
Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Megapolitan
Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Megapolitan
PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Megapolitan
Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Megapolitan
Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Megapolitan
Lansia Depok Akan Diantar Jemput jika Daftar Vaksinasi Covid-19 di RSUI hingga 13 April

Lansia Depok Akan Diantar Jemput jika Daftar Vaksinasi Covid-19 di RSUI hingga 13 April

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X