Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Kompas.com - 21/04/2021, 06:06 WIB
Alissa Eckert dan Dan Higgins, ilustrator dari Centers for Disease Control and Prevention, diminta untuk membuat ilustrasi virus corona yang mampu menarik perhatian publik.(the new york times) JNG DIPAKEAlissa Eckert dan Dan Higgins, ilustrator dari Centers for Disease Control and Prevention, diminta untuk membuat ilustrasi virus corona yang mampu menarik perhatian publik.(the new york times)

DEPOK, KOMPAS.com - Seperti banyak wilayah lain di Indonesia dan Jabodetabek, kasus aktif Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat, sedang melandai setelah sempat mencapai puncaknya pada akhir Januari lalu.

Momentum baik itu diharapkan terus berlangsung. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana meminta warga Depok jangan sampai longgar menerapkan protokol kesehatan.

"Kita ketahui bahwa pada Ramadhan sekarang, aktivitas warga secara sosial dan ekonomi cukup tinggi. Nah ini harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," kata Dadang, Selasa (20/4/2021) malam.

Baca juga: Cara Daftar untuk Dapat BLT UMKM Depok 2021 Senilai Rp 1,2 Juta

"Kalau kita longgar maka dikhawatirkan ada peningkatan kasus kembali. Jadi ini yang harus kita sama-sama pahami, terutama di dalam kegiatan sosial keagamaan," ujar Dadang.

Ia mengeklaim, sejauh ini belum ada klaster dari ibadah tarawih di Depok. Ia menyebutkan, aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk mengawasi dan mengingatkan jemaah agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

"Secara mayoritas, mereka mematuhi," ujar Dadang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang harus dilakukan antisipasi itu frekuensi setiap hari dan waktu yang digunakan (agar jangan) terlalu lama. Dalam surat edaran penyelenggaraan Ramadhan, misalnya, kultum maksimal 10 menit. Bukan kami membatasi kegiatan keagamaan, tapi dilakukan pengaturan," tambah dia.

Berdasarkan catatan Kompas.com, kasus aktif Covid-19 di Depok sempat menukik tajam dari puncak pandemi pada akhir Januari 2021 yang sempat melampaui 5.000 pasien dalam sehari.

Namun, dalam 1-2 pekan terakhir, kurva tak lagi menukik melainkan stagnan/mendatar, dengan jumlah 1.500-1.700 pasien masih diisolasi setiap hari.

"Kasus (baru Covid-19) harian di kisaran antara 100-200 per hari saat ini. Dibanding dua  minggu sebelumnya, relatif lebih rendah, saat itu (kasus harian) 200-300," kata Dadang.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hati-hati, Ada Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop!

Hati-hati, Ada Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop!

Megapolitan
Kisah Pemilik Kedai Kopi yang Turun Pendapatan hingga 90 Persen Saat PPKM

Kisah Pemilik Kedai Kopi yang Turun Pendapatan hingga 90 Persen Saat PPKM

Megapolitan
Pasukan Kuning Jakbar Bantu Antar Tabung Oksigen ke RS Sejak Sebulan Terakhir

Pasukan Kuning Jakbar Bantu Antar Tabung Oksigen ke RS Sejak Sebulan Terakhir

Megapolitan
Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM: IGD Mulai Lengang, Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi

Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM: IGD Mulai Lengang, Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi

Megapolitan
Fakta Pecandu Narkoba Timbun Alkes dan Obat di Jakbar: Ivermectin Dijual Mahal hingga Palsukan Tabung Oksigen

Fakta Pecandu Narkoba Timbun Alkes dan Obat di Jakbar: Ivermectin Dijual Mahal hingga Palsukan Tabung Oksigen

Megapolitan
Vaksinasi Keliling di Pondok Pinang: 125 Orang Mendaftar, yang Disuntik Hanya 109

Vaksinasi Keliling di Pondok Pinang: 125 Orang Mendaftar, yang Disuntik Hanya 109

Megapolitan
Gudang Gas di Belakang Pasar Jabon Meruya Terbakar

Gudang Gas di Belakang Pasar Jabon Meruya Terbakar

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 2 Agustus, Pemkot Tangsel: Seluruh Aturan Ikuti Pusat

PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 2 Agustus, Pemkot Tangsel: Seluruh Aturan Ikuti Pusat

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Tambah 227 Kasus di Kota Tangerang, 6.890 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 26 Juli: Tambah 227 Kasus di Kota Tangerang, 6.890 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Dewan Guru Besar Desak Jokowi Batalkan Statuta UI Hasil Revisi demi Martabat dan Wibawa Kampus

Dewan Guru Besar Desak Jokowi Batalkan Statuta UI Hasil Revisi demi Martabat dan Wibawa Kampus

Megapolitan
Sederet Masalah Statuta UI Hasil Revisi Jokowi, Bukan Cuma Problem Rektor Rangkap Jabatan di BUMN

Sederet Masalah Statuta UI Hasil Revisi Jokowi, Bukan Cuma Problem Rektor Rangkap Jabatan di BUMN

Megapolitan
Soal Revisi Statuta UI, Dewan Guru Besar Ungkap Ada Penyimpangan Prosedur

Soal Revisi Statuta UI, Dewan Guru Besar Ungkap Ada Penyimpangan Prosedur

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Warga Depok Malah Gelar Turnamen Bola di Bojongsari

PPKM Level 4 Diperpanjang, Warga Depok Malah Gelar Turnamen Bola di Bojongsari

Megapolitan
UPDATE 26 Juli 2021: 645 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 15 Orang Wafat

UPDATE 26 Juli 2021: 645 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 15 Orang Wafat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Jabodetabek Cerah hingga Mendung, Suhu Udara Cukup Panas

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Jabodetabek Cerah hingga Mendung, Suhu Udara Cukup Panas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X