Pandemi Covid-19 Memburuk, Satgas: Depok Sangat Hati-hati Memutuskan Sekolah Tatap Muka

Kompas.com - 19/06/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi sekolah MChe Lee/Unsplash.comIlustrasi sekolah

DEPOK, KOMPAS.com - Nasib pembelajaran tatap muka untuk semester depan di Depok, Jawa Barat, masih belum ditentukan hingga saat ini.

Terlebih, selama 3 pekan terakhir, kasus Covid-19 di Depok meningkat dengan laju yang signifikan.

"Karena di Depok, dan Jabodetabek, mungkin juga seluruh Indonesia, tren kasusnya sedang naik, kita sangat seksama, sangat hati-hati dalam memutuskan ini," sebut juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Baca juga: Melonjak Lagi, Tambah 511 Kasus di Depok, Sudah 1.000 Pasien Covid-19 Meninggal

Dadang berujar, pihaknya sudah membahas nasib pembelajaran tatap muka bersama Dinas Pendidikan.

Peraturan wali kota yang berkaitan dengan hal tersebut juga sedang di tahap finalisasi.

Namun karena kasus Covid-19 melonjak, situasi kembali menjadi abu-abu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak seperti DKI Jakarta atau Kota Bekasi, Kota Depok memang sangat berhati-hati dalam menyelenggarakan sekolah tatap muka dan belum pernah melakukan uji coba sekolah tatap muka sama sekali.

Sebelum lonjakan kasus Covid-19 terjadi dan terasa signifikan, rencana simulasi sekolah tatap muka dengan sistem percontohan sebetulnya sudah diagendakan mulai semester depan.

"Melihat tren kasus saat ini belum kita putuskan terkait boleh atau tidaknya PTM (pembelajaran tatap muka)," ungkap Dadang.

Depok sempat mengalami titik terendah jumlah pasien Covid-19 dalam 9 bulan terakhir, yakni pada 19 Mei 2021 dengan jumlah 978 pasien pada hari itu.

Baca juga: Saat Pemprov DKI Ngotot Uji Coba Sekolah Tatap Muka Tetap Berjalan di Tengah Fase Genting Covid-19

Namun, dalam tempo tak sampai sebulan, per kemarin jumlah pasien Covid-19 di Depok telah mencapai 3.232 orang yang harus menjalani isolasi mandiri maupun dirawat di fasilitas kesehatan.

Akibatnya, tingkat keterisian tempat tidur isolasi pasien Covid-19 di fasilitas-fasilitas kesehatan di Depok mulai merangkak naik hingga kisaran hampir 90 persen saat ini.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan sebelumnya tak sepakat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tetap digelar Juli 2021.

Sebab, kata Aman, syarat pertama sekolah tatap muka dibuka adalah positivity rate di bawah 5 persen.

"IDAI sangat mendukung usaha untuk sekolah tatap muka karena ini adalah human capital, namun ada syarat pertamanya, positivity rate harus di bawah 5 persen, saat ini positivy rate kita 37 persen," kata Aman dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Nilai Zonasi Covid-19 Tak Bisa Jadi Acuan, IDAI Tolak Sekolah Tatap Muka Terbatas Dibuka Juli

Aman mengatakan, pihaknya menganggap peta zonasi Covid-19 tidak bisa menjadi acuan pembukaan sekolah.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah bijaksana dalam memutuskan membuka opsi PTM terbatas.

"Jadi tolonglah kita melihat ini secara bijaksana, syarat pertama adalah positivity rate dulu harus di bawah 5 persen," ujar dia.

Lebih lanjut, Aman mengingatkan, penyebaran varian corona harus disikapi serius oleh pemerintah dengan menambah jumlah laboratorium yang mampu melakukan whole genome sequencing (WGS).

"Varian baru ini cepat sekali, kita tidak tahu, 2-3 hari sakit tahu-tahu anak muda langsung meninggal, bisa jadi varian baru, dan ketika sekolah di suatu daerah dibuka harus ada juga lab yang bisa untuk genom sequencing," kata dia.

Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah akan digelar serentak di tahun ajaran baru pada Juli 2021.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Penyegelan 6 TPS Liar di Kota Tangerang: Diadukan oleh Warga, Pengelola Pasrah

Fakta Penyegelan 6 TPS Liar di Kota Tangerang: Diadukan oleh Warga, Pengelola Pasrah

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 25 Klaster Covid-19 di Sekolah di Jakarta | Jam Operasional Kafe dan Restoran Terbaru

[POPULER JABODETABEK] 25 Klaster Covid-19 di Sekolah di Jakarta | Jam Operasional Kafe dan Restoran Terbaru

Megapolitan
UPDATE 23 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 147 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 147 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Banyak Situ Jadi Perumahan, Pemkot Depok Berupaya Amankan Sisanya agar Tidak Diserobot

Banyak Situ Jadi Perumahan, Pemkot Depok Berupaya Amankan Sisanya agar Tidak Diserobot

Megapolitan
UPDATE 23 September: 42 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

UPDATE 23 September: 42 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

Megapolitan
Rumah Produksi Furniture di Pondok Aren Terbakar Jumat Dini Hari, Pegawai Berusaha Padamkan Api

Rumah Produksi Furniture di Pondok Aren Terbakar Jumat Dini Hari, Pegawai Berusaha Padamkan Api

Megapolitan
Menyoal Simpang Mampang Depok yang Banjir Melulu...

Menyoal Simpang Mampang Depok yang Banjir Melulu...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Berintensitas Sedang

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Berintensitas Sedang

Megapolitan
Pemprov DKI Alokasikan Rp 1 Triliun untuk Normalisasi Sungai dan Waduk

Pemprov DKI Alokasikan Rp 1 Triliun untuk Normalisasi Sungai dan Waduk

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.