Kompas.com - 23/05/2022, 07:59 WIB
|

"Sebenarnya saya juga sudah ingatkan juga ke sopir, 'Pak sopir gimana terkait kendaraan?'. Kata sopir, 'Alhamdulilah, Pak, bisa ini'," sebut Agus.

Karena itu, Agus menduga kecelakaan tersebut bukan disebabkan rem blong. Jika rem blong, kata Agus, sopir bakal menyadari hal tersebut begitu memasuki jalanan yang menurun.

Baca juga: Cerita Anak Peziarah Meninggal dalam Kecelakaan di Ciamis, Neneknya Selamat karena Beda Bus

Namun, sebelum kejadian, perjalanan mereka masih lancar saat mulai melintasi jalan menurun.

Di tengah perjalanan melintasi jalan menurun, Agus menduga, sopir salah memindahkan persneling ke dua atau tiga sehingga laju bus tak bisa ditahan.

Sopir kemudian tiba-tiba panik dan berteriak "Allahu Akbar". Mobil yang ditumpangi puluhan peziarah itu pun mengalami kecelakaan.

"Ini mungkin mengalami error pada saat pemindahan gigi kendaraan itu. Kemungkinan pada saat itu berada di gigi dua atau tiga," tutur Agus.

Agus juga menyinggung soal keberadaan sopir bus yang hingga kini belum diketahui.

"Sekarang sopir kendaraan belum ketahuan dia posisi di mana," ucap Agus.

Baca juga: 16 Warga Tangerang Kecelakaan Lalu Lintas di Ciamis, 1 Korban Meninggal dan 15 Luka-luka

Terkait dugaan kecelakaan disebabkan kelalaian sopir, Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhankoro mengatakan akan menyelidikinya lebih lanjut.

"Kami mohon waktu dan sabar," kata Tony di lokasi kecelakaan, Minggu.

Tony berujar, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan bus terkait keberadaan sopir bus tersebut.

Pihak perusahaan, kata Tony, siap membantu dan menjamin agar sopir dibawa ke kantor polisi.

"Kami sudah deteksi keberadaan sopir," kata Tony.

Baca juga: Polisi Deteksi Keberadaan Sopir Bus yang Kecelakaan di Ciamis

Terkait dugaan sopir kabur sesaat setelah kejadian, Tony mengatakan juga akan menyelidikinya lebih lanjut.

Namun, berdasarkan komunikasi antara pihak perusahaan dan sopir, Tony menuturkan, sopir meninggalkan TKP karena khawatir akan diamuk massa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Program Wirausaha Baru Pemkot Depok Diharapkan Dorong Ekonomi Warga

Program Wirausaha Baru Pemkot Depok Diharapkan Dorong Ekonomi Warga

Megapolitan
Jelang HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Langit Jakarta

Jelang HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Langit Jakarta

Megapolitan
Hotman Paris: Ibu yang Curi Coklat di Alfamart juga Mencuri Sampo

Hotman Paris: Ibu yang Curi Coklat di Alfamart juga Mencuri Sampo

Megapolitan
Bunga Bangkai Tumbuh di Sukawangi Bekasi, Mendadak Jadi Tontonan Warga

Bunga Bangkai Tumbuh di Sukawangi Bekasi, Mendadak Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Hotman Paris: Karyawan Alfamart Sebar Video Ibu Pencuri Cokelat di Grup Kantor, Tak Bisa Dijerat UU ITE

Hotman Paris: Karyawan Alfamart Sebar Video Ibu Pencuri Cokelat di Grup Kantor, Tak Bisa Dijerat UU ITE

Megapolitan
Pansus Jakarta Pasca-perpindahan IKN Akan Beri Rekomendasi untuk Kekhususan Jakarta

Pansus Jakarta Pasca-perpindahan IKN Akan Beri Rekomendasi untuk Kekhususan Jakarta

Megapolitan
Alfamart Resmi Polisikan Ibu Pengutil Cokelat atas Dugaan Pencurian dan Intimidasi Karyawan

Alfamart Resmi Polisikan Ibu Pengutil Cokelat atas Dugaan Pencurian dan Intimidasi Karyawan

Megapolitan
Hotman Paris: Ibu Pencuri Cokelat Bisa Dipidana Meski Sudah Bayar

Hotman Paris: Ibu Pencuri Cokelat Bisa Dipidana Meski Sudah Bayar

Megapolitan
Polisi Tangkap 15 Pemuda Pelaku Tawuran yang Keroyok Seseorang hingga Tewas di Bekasi

Polisi Tangkap 15 Pemuda Pelaku Tawuran yang Keroyok Seseorang hingga Tewas di Bekasi

Megapolitan
Banjir di Kebon Pala Surut Senin Siang, Lurah Pastikan Tidak Ada Pengungsi

Banjir di Kebon Pala Surut Senin Siang, Lurah Pastikan Tidak Ada Pengungsi

Megapolitan
Digandeng Alfamart, Hotman Paris Akan Laporkan Ibu Pencuri Cokelat ke Polisi: Tak Ada Negosiasi Lagi

Digandeng Alfamart, Hotman Paris Akan Laporkan Ibu Pencuri Cokelat ke Polisi: Tak Ada Negosiasi Lagi

Megapolitan
Pabrik Kayu di Kawasan Industri Pulogadung Terbakar, Ini Penyebabnya

Pabrik Kayu di Kawasan Industri Pulogadung Terbakar, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pemprov Jabar Belum Hibahkan Situ Rawa Kalong ke Pemkot Depok, Wagub: Masih Proses

Pemprov Jabar Belum Hibahkan Situ Rawa Kalong ke Pemkot Depok, Wagub: Masih Proses

Megapolitan
Karyawati Kawan Lama Group Ada di Grup WA Kantor yang Melecehkannya

Karyawati Kawan Lama Group Ada di Grup WA Kantor yang Melecehkannya

Megapolitan
Kronologi Pegawai Kawan Lama Group Jadi Model Foto Produk Kantor, tapi Malah Dilecehkan

Kronologi Pegawai Kawan Lama Group Jadi Model Foto Produk Kantor, tapi Malah Dilecehkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.