Hadiri Pelantikan Pejabat DKI, Menpan RB Minta ASN Tak Berpolitik

Kompas.com - 03/01/2017, 11:17 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Briokrasi Asman Abnur memberi sambutan dalam pelantikan PNS DKI di Lapangan Silang Monas Selatan, Selasa (3/1/2017). Jessi CarinaMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Briokrasi Asman Abnur memberi sambutan dalam pelantikan PNS DKI di Lapangan Silang Monas Selatan, Selasa (3/1/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menghadiri pelantikan pejabat DKI Jakarta, di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2017).

Dalam kesempatan itu, Asman meminta para pejabat memegang teguh sumpah jabatan dan bekerja nyata meningkatkan pelayanan publik.

"Jangan main-main lagi dengan pelayanan publik karena pelayanan itu haknya rakyat," ujar Asman.

Asman menuturkan, para pejabat jangan terjebak dalam tugas rutin dan dituntut membuat inovasi di SKPD masing-masing.

Inovasi yang diharapkan pemerintah pusat, kata Asman, adalah mengubah sistem yang serba konvensional menjadi digital dan transparan sehingga mudah diawasi.

"Tidak boleh ada lagi tarif yang ditetapkan selain tarif resmi. Semua pembayaran laksanakan melalui bank jangan lagi ada transaksi tunai," ujar Asman.

(Baca: Ini Sanksi bagi Pejabat DKI yang Tidak Netral pada Pilkada)

Untuk sistem penganggaran, Asman juga menegaskan agar pejabat selalu terbuka supaya meminimalisir penyalahgunaan anggaran yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN).

"Sistem e-budgeting tidak bisa ditawar. Mulai dari tingkat kecamatam, kelurahan, provinsi, harus terbuka. Agar masyarakat bisa mengontrol tiap anggaran yang disahkan DPRD. Agar anggaran tidak lagi jadi bancakan sana-siini," ujar Asman.

Asman lalu meminta para pejabat untuk menerapkan mental melayani dan tidak merasa berkuasa, serta keharusan menjaga netralitas pada pelaksanaan pilkada serentak.

"Siapapun yang jadi gubernur, silakan. Kita jangan ikut politik karena ASN harus profesional dan independen. Tolong jaga independinsi kalian, yang menjaga jabatan adalah profesionalisme saudara," ucap Asman.


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Dua Tersangka Prostitusi Anak di Rawa Bebek

Polisi Kembali Tangkap Dua Tersangka Prostitusi Anak di Rawa Bebek

Megapolitan
Banjir di Perumahan BPI, Warga Sebut Pompa Air Tak Semua Berfungsi

Banjir di Perumahan BPI, Warga Sebut Pompa Air Tak Semua Berfungsi

Megapolitan
Terkait Virus Corona, Menhub: Presiden Minta Disiplin Lakukan Pemeriksaan WNA China

Terkait Virus Corona, Menhub: Presiden Minta Disiplin Lakukan Pemeriksaan WNA China

Megapolitan
Menhub Undang 3 Menteri Bicarakan Pencegahan Virus Corona

Menhub Undang 3 Menteri Bicarakan Pencegahan Virus Corona

Megapolitan
Pengamat: Riza Patria Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI Jakarta

Pengamat: Riza Patria Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI Jakarta

Megapolitan
Banjir 50 Sentimeter Surut, Warga Perumahan BPI Tangsel Mulai Bersih-bersih

Banjir 50 Sentimeter Surut, Warga Perumahan BPI Tangsel Mulai Bersih-bersih

Megapolitan
Perumahan Ciputat Baru Terendam Banjir Setinggi 40 Sentimeter

Perumahan Ciputat Baru Terendam Banjir Setinggi 40 Sentimeter

Megapolitan
7 Fakta Perampokan Warteg Pesanggrahan

7 Fakta Perampokan Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Fraksi Gerindra Yakin Dukungan Cawagub di DPRD DKI Lebih Condong ke Riza Patria

Fraksi Gerindra Yakin Dukungan Cawagub di DPRD DKI Lebih Condong ke Riza Patria

Megapolitan
Ketika Cawagub DKI Mulai Tebar Pesona

Ketika Cawagub DKI Mulai Tebar Pesona

Megapolitan
Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Megapolitan
Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Megapolitan
Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Megapolitan
Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X