Ahok Sebut DKI Jakarta Jadi Provinsi Pelopor Penerapan UU Disabilitas

Kompas.com - 10/02/2017, 21:49 WIB
Calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat dalam debat ketiga di Hotel Bidakara, Jumat (10/2/2017). Jessi Carina Calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat dalam debat ketiga di Hotel Bidakara, Jumat (10/2/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki " Ahok" Tjahaja Purnama, menyebut Provinsi DKI Jakarta akan jadi provinsi pelopor penerapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

"Secara prinsip kami akan jadi provinsi pertama yang menjadi pelopor yang mengimplementasikan UU tentang penyandang disabilitas tahun 2016 nomor 8," kata Ahok saat debat ketiga yang dilaksanakan KPU DKI, Jumat (10/2/2017).

(Baca juga: Ahok: Paslon Satu dan Tiga Suka Membangun Opini yang Menyesatkan)

Menurut Ahok, cara yang mereka lakukan adalah dengan mewajibkan institusi pemerintah untuk mempekerjakan penyandang disabilitas dua persen dari keseluruhan jumlah pegawai.

Sementara itu, untuk perusahaan swasta, diwajibkan mempekerjakan 1 persen penyandang disabilitas.

Selain itu, Ahok menyatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah memperkenalkan layanan call center 112.

"Karena itu saya katakan kenapa butuh RPTRA kenapa butuh pendataan oleh ibu-ibu PKK karena penyandang disabilitas punya kelebihan, keunggulan," ujar Ahok.

Menurut Ahok, penyandang disabilitas tidak bisa disamakan dengan orang normal.

Dari data yang diperoleh, Ahok menyatakan bahwa penyandang disabilitas tidak hanya mereka yang mengalami penyakit menua, tetapi juga karena kecelakaan.

"Kita juga suka salah selama ini. Kenapa tunanetra dilatih pijat, kenapa mesti pijat? Banyak dia bisa terima telepon," ujar Ahok.

(Baca juga: Ahok: Letjen Pun Tak Bisa Menghukum Orang yang Terlibat Narkoba)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lucinta Luna Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jaksa Banding

Lucinta Luna Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jaksa Banding

Megapolitan
Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Megapolitan
Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Megapolitan
Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Megapolitan
Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Megapolitan
Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Megapolitan
UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

Megapolitan
Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Megapolitan
Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Megapolitan
Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Megapolitan
Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Megapolitan
Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Megapolitan
Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X