Pengendara Ojek "Online" dan Impian Duduk di Bangku Senayan...

Kompas.com - 09/03/2019, 19:37 WIB
Suhandi, pengendara ojek online yang jadi caleg DPR RI dari PKB KOMPAS.com/Ryana AryaditaSuhandi, pengendara ojek online yang jadi caleg DPR RI dari PKB

Ia membawa sejumlah dokumen penting yang diserahkan kepada panitia pendaftaran.

Sehari berselang, ia dihubungi via telepon oleh seseorang dari DPP PKB bernama Dita.

"Saya cuma ditelepon sama Mbak Dita untuk ngopi awalnya di Sarinah, tapi enggak jadi. Akhirnya ke DPP PKB enggak tahunya saya malah ketemu Cak Imin (Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar)," ucap dia, mengenang.

Tak hanya Cak Imin, Suhandi juga bertemu para petinggi PKB lainnya. Keseluruhan meyakinkan Suhandi untuk terus maju bertarung di kancah politik.

“Cak Imin meyakinkan saya untuk lanjut terus, untuk membela teman-teman ojek online dan rakyat kecil, jangan berkecil hati,” kisah dia. 

Mimpinya pun bak gayung bersambut, namanya keluar saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan daftar caleg.

"Saya kaget, semua kaget. Apalagi, awal banyak yang meragukan," tutur dia.

Ia bersyukur karena diterima dengan baik oleh PKB, dirinya juga tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.

Malah, ia mendapatkan bantuan 1.000 buah pulpen dari DPP PKB untuk kampanye.

Suhandi terdaftar sebagai caleg PKB DKI Jakarta III yang daerah pemilihannya meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Baca juga: Tekan Kecelakaan di Kalangan Pelajar, Kulon Progo Berniat Buat Ojek Online Lokal

Di dapil itu, Ia bersaing dengan tujuh caleg PKB lainnya, yaitu Muhammad Najihun, Buhari, Nova Chisilia Zahara, Husni Yazid, Zainal Abidin, Tuti Alawiyah, dan Subarkah.

Tak main-main, dirinya pun turut melawan politikus-politikus tersohor dari partai lainnya, seperti Charles Honoris dan Efendi MS Simbolon (PDI Perjuangan), Yusril Ihza Mahendra (Partai Bulan Bintang), R Saraswati Djojohadikusumo (Partai Gerindra), Adang Darajatun (Partai Keadilan Sejatera), dan Grace Natalie (Partai Solidaritas Indonesia).

Suhandi menargetkan dapat meraup 60.000 suara. Ia optimistis dengan jumlah mengingat pengemudi ojol di Jakarta saja saat ini mencapai 300.000 orang.

"Saya optimis teman ojek online bisa membantu saya. Minimal dari 1 ojol bisa mendapatkan 3 suara yaitu beserta keluarganya," tutur dia sembari tersenyum.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X