Polisi Klaim Pengendara yang Langgar Ketentuan PSBB di Depok Menurun

Kompas.com - 20/04/2020, 12:57 WIB
Petugas kepolisian memeriksa identitas pengendara motor yang berpenumpang saat penerapan PSBB di Perbatasan Jakarta - Depok, Depok, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Kota Depok. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas kepolisian memeriksa identitas pengendara motor yang berpenumpang saat penerapan PSBB di Perbatasan Jakarta - Depok, Depok, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Kota Depok.

DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Kompol Sutomo menyatakan, jajarannya sudah melayangkan teguran kepada lebih dari 2.000 pengendara di Depok yang tak mematuhi ketentuan berkendara selama PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

PSBB telah diberlakukan di Depok sejak Rabu (15/4/2020) dan akan berlangsung hingga 28 April 2020 dengan kemungkinan diperpanjang.

"Teguran (bagi pengendara) selama 6 hari PSBB ini sudah ada 2.400-an," ujar Sutomo kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

Teguran itu sekaligus menjelaskan bahwa polisi tidak mengenakan sanksi bagi para pengendara yang belum mematuhi ketentuan PSBB di jalan raya.

Baca juga: Sejumlah Ketua RT di Depok Disebut Sunat Bansos karena Data Pemkot Tak Akurat

Selain karena tak termuat ketentuan pidana dalam Peraturan Wali Kota Depok Nomor 22 Tahun 2020 soal PSBB, polisi hanya melayangkan teguran dalam kerangka edukasi dan sosialisasi.

Sutomo menyatakan, langkah tersebut cukup berhasil menekan angka pelanggaran di jalan raya selama 6 hari PSBB berlaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"PSBB hari ke-6, masyarakat Depok sangat mematuhi (ketentuan berkendara selama PSBB). Pelanggaran, misalnya, yang tak pakai masker sangat sedikit," kata dia.

"Sementara kami mengimbau, mengajak, yang tidak pakai masker kami kasih, dan ternyata hasilnya sekarang cukup bagus. Tingkat kesadaran meningkat," ujar Sutomo.

PSBB diharapkan sanggup menekan laju penularan Covid-19 yang semakin masif di Depok dan di beberapa wilayah lain di Indonesia.

Data terbaru hingg hari Minggu kemarin, sudah ada 188 pasien positif Covid-19 di Depok sejak kasus pertama diumumkan 2 Maret 2020 silam.

Sebanyak 12 pasien berhasil sembuh, tetapi jumlah kematian lebih banyak dengan 16 warga Depok jadi korban Covid-19.

Baca juga: Meski Sudah Didata, Banyak Warga Miskin Depok Tak Terima Bansos



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang Timpa Pagar dan Mobil

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang Timpa Pagar dan Mobil

Megapolitan
22 Reklame Rokok di Jakarta Timur Telah Ditertibkan

22 Reklame Rokok di Jakarta Timur Telah Ditertibkan

Megapolitan
Tertabrak Bus Saat Sedang Belok, Pengendara Motor Tewas di Kalideres

Tertabrak Bus Saat Sedang Belok, Pengendara Motor Tewas di Kalideres

Megapolitan
Sentra Flora dan Fauna di Semanan Akan Direvitalisasi

Sentra Flora dan Fauna di Semanan Akan Direvitalisasi

Megapolitan
Seorang Ustaz di Bekasi Jadi Korban Begal

Seorang Ustaz di Bekasi Jadi Korban Begal

Megapolitan
Pohon Tumbang di Simpang Tugu Jam, Jalan Margonda Raya Padat Merayap

Pohon Tumbang di Simpang Tugu Jam, Jalan Margonda Raya Padat Merayap

Megapolitan
Warga Bantargebang Bergumul dengan Bau Setiap Hari, Air Tanah pun Sudah Tercemar

Warga Bantargebang Bergumul dengan Bau Setiap Hari, Air Tanah pun Sudah Tercemar

Megapolitan
Empat Kali Beraksi, Begal di Kawasan Bintaro Mengaku Iseng

Empat Kali Beraksi, Begal di Kawasan Bintaro Mengaku Iseng

Megapolitan
Anies Merasa Senang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Tanah Munjul

Anies Merasa Senang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Tanah Munjul

Megapolitan
Sejumlah Bar di Jaksel Masih Membandel, Aparat Beri Denda hingga Puluhan Juta

Sejumlah Bar di Jaksel Masih Membandel, Aparat Beri Denda hingga Puluhan Juta

Megapolitan
Tinjau Vaksinasi, Anies: Positivity Rate Jakarta 0,7 Persen

Tinjau Vaksinasi, Anies: Positivity Rate Jakarta 0,7 Persen

Megapolitan
Gadis 13 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual di Kota Tangerang, Kasus Dilaporkan Sejak 2020

Gadis 13 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual di Kota Tangerang, Kasus Dilaporkan Sejak 2020

Megapolitan
Kasus Pria Disekap dan Dianiaya di Duren Sawit Berujung Damai, Polisi: Tak Ada yang Buat Laporan

Kasus Pria Disekap dan Dianiaya di Duren Sawit Berujung Damai, Polisi: Tak Ada yang Buat Laporan

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' TikTok di Rusun

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" TikTok di Rusun

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Margonda Depok, 2 Mobil Ringsek Tertimpa Panel Bangunan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Margonda Depok, 2 Mobil Ringsek Tertimpa Panel Bangunan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.