Ombudsman Sebut Lurah Benda Baru yang Jadi Tersangka Seharusnya Dinonaktifkan Sementara

Kompas.com - 27/08/2020, 19:15 WIB
Lurah Benda Baru, Tangerang Selatan, merusak barang di ruang Kepala SMA Negeri 3 Tangsel karena merasa kesal akibat calon siswa yang direkomendasinya ditolak pihak sekolah. Tangkapan Layar KompasTVLurah Benda Baru, Tangerang Selatan, merusak barang di ruang Kepala SMA Negeri 3 Tangsel karena merasa kesal akibat calon siswa yang direkomendasinya ditolak pihak sekolah.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Ombudsman RI Provinsi Banten menilai Lurah Benda Baru yang jadi tersangka perusakan fasilitas karena siswa titipannya ditolak pihak sekolah seharusnya dinonaktifkan sementara.

Kepala Ombudsman RI Provinsi Banten Dedy Isran menjelaskan, Lurah Benda Baru Saidun seharusnya dinonaktifkan sementara selama proses pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian ataupun inspektorat.

Hal tersebut guna memudahkan proses pemeriksaan terkait kasus perusakan fasilitas di SMAN 3 Tangerang Selatan yang dilakukannya.

Baca juga: Lurah Benda Baru Diperiksa BKPP Tangsel Terkait Kasus Murid Titipan

"Seharusnya dinonaktifkan dahulu. Nanti dilihat keputusan seperti apa, baru diaktifkan kembali," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (27/8/2020).

Dedy mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus itu dan meminta kepada Pemerintah Kota Tangsel untuk serius menangani kasus pelanggaran tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Minggu ini akan kami tanyakan lagi kepada Pemerintah Kota terkait keputusan yang diberikan terhadap pelanggar," kata dia.

Lurah Benda Baru sebelumnya diberitakan telah merusak barang di ruang kepala sekolah SMA Negeri 3 Tangsel karena kesal calon siswa yang direkomendasinya ditolak pihak sekolah.

Baca juga: Buntut Kasus Lurah Titip Murid di SMAN 3 Tangsel, Jadi Tersangka hingga Terancam Pidana

Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto membenarkan peristiwa yang terjadi di sekolah tersebut. Menurut dia, Saidun kesal terhadap pihak sekolah lantaran sejumlah siswa yang diajukannya agar masuk ke sekolah tersebut tidak diloloskan.

"Terlapor ( lurah) langsung menendang toples yang ada di meja tamu ruangan kepala sekolah," kata Supiyantio, Jumat.

Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pamulang.

Supiyanto mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah diperiksa dan kini ditetapkan sebagai tersangka.

Saidun dijerat dengan Pasal 335 Ayat 1 dan 406 KHUP tentang kekerasan atau ancaman kekerasan dan perusakan barang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.