Kompas.com - 25/02/2022, 15:46 WIB

 

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, aturan pengeras suara yang keluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) perlu dikaji ulang.

Sebab, peraturan pemerintah yang mengatur pengeras suara sulit terlaksana di tengah kondisi budaya masyarakat Indonesia.

"Iya, ini pun menurut saya perlu dikaji, ini kan sifatnya bisa dikatakan tidak hanya sekadar membuat peraturan. Kadang-kadang kita membuat aturan tidak kurang fisibel dengan kondisi budaya masyarakat, kadang-kadang ya," kata Idris dalam rekaman suara, Jumat (25/2/2022).

Baca juga: Penggunaan Pengeras Suara Masjid Dibatasi, DMI Kota Bekasi Akan Lakukan Sosialisasi

Selain itu, menurut dia, perlu juga meminta pendapat para tokoh agama dan tokoh masyarakat sebelum kebijakan terkait pengaturan pengeras suara di masjid dan mushala ditetapkan.

"Makanya sebelum ini (peraturan) dikeluarkan sebaiknya hearing dulu, coba ini kan Kemenag. Dari seluruh agama. Silakan saja minta pendengar seperti apa kepada tokoh-tokoh agama, kepada tokoh masyarakat minta pendapat apalagi beliau sebagai aktivis organisasi kepemudaan minta pendapat-pendapat," ujar Idris.

Ia mengaku mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah bukan merupakan hal yang tak lazim.

"Itu bukan sesuatu hal yang aib dan itu enggak lama kok kalau kita hearing segala macem atau kita (pemerintah) bersurat untuk mendapatkan jawaban," kata Idris.

Baca juga: MUI Depok Berikan Respons Positif atas Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

"Baru ketika kita (pemerintah) menentukan kebijakan ya berdasarkan tadi pendapat bersama aspirasi bersama masyarakat," lanjut dia.

Idris khawatir kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah akan menjadi kebijakan bersifat otoriter jika dilakukan tanpa mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Jadi ini bisa jadi sebuah kebijakan, sebab nanti kalau apa-apa kita (pemerintah) keluarkan kebijakan tanpa dilakukan itu (mendengarkan aspirasi masyarakat) itu akan menjadi sebuah sikap otoriter yang kurang bagus," pungkas dia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Jadi Lawan Politik, Anies Senang Kini Diusung Nasdem jadi Capres

Sempat Jadi Lawan Politik, Anies Senang Kini Diusung Nasdem jadi Capres

Megapolitan
Polisi Pastikan Baim Wong dan Paula Segera Diproses Hukum sebagai Efek Jera

Polisi Pastikan Baim Wong dan Paula Segera Diproses Hukum sebagai Efek Jera

Megapolitan
Anggap Konten 'Prank' Baim Wong dan Paula Tak Ada Empati, Komnas Perempuan: Ada Ribuan Kasus KDRT yang Kami Terima

Anggap Konten "Prank" Baim Wong dan Paula Tak Ada Empati, Komnas Perempuan: Ada Ribuan Kasus KDRT yang Kami Terima

Megapolitan
Tegur Baim Wong, Kompolnas: Laporan ke Polisi Bukan untuk Lucu-lucuan

Tegur Baim Wong, Kompolnas: Laporan ke Polisi Bukan untuk Lucu-lucuan

Megapolitan
Ingatkan Pelajar Tertib Lalu Lintas Saat Operasi Zebra, Polisi: Angka Kecelakaan Masih Tinggi

Ingatkan Pelajar Tertib Lalu Lintas Saat Operasi Zebra, Polisi: Angka Kecelakaan Masih Tinggi

Megapolitan
Baim Wong-Paula 'Nge-prank' Polisi, Pengamat: Wibawa Polri Tak Boleh Diinjak-injak dan Dipermainkan

Baim Wong-Paula "Nge-prank" Polisi, Pengamat: Wibawa Polri Tak Boleh Diinjak-injak dan Dipermainkan

Megapolitan
Polisi Olah TKP Kasus KDRT di Rumah Lesti Kejora dan Rizky Billar

Polisi Olah TKP Kasus KDRT di Rumah Lesti Kejora dan Rizky Billar

Megapolitan
Rizky Billar Akan Diperiksa Polisi Terkait Dugaan KDRT pada 6 Oktober 2022

Rizky Billar Akan Diperiksa Polisi Terkait Dugaan KDRT pada 6 Oktober 2022

Megapolitan
Dukung Sekolah Berkonsep 'Net Zero Carbon', KPAI: 27,4 Persen Penduduk Duduk di Bangku Pendidikan

Dukung Sekolah Berkonsep "Net Zero Carbon", KPAI: 27,4 Persen Penduduk Duduk di Bangku Pendidikan

Megapolitan
Bikin 'Prank' Laporan KDRT ke Polisi, Baim Wong: Kirain Enggak Kenapa-kenapa

Bikin "Prank" Laporan KDRT ke Polisi, Baim Wong: Kirain Enggak Kenapa-kenapa

Megapolitan
Remaja Tenggelam di Situ Pakeling Depok, Diduga Tak Kuat Berenang

Remaja Tenggelam di Situ Pakeling Depok, Diduga Tak Kuat Berenang

Megapolitan
Aktivis Perempuan Berharap Guyonan Baim dan Paula soal KDRT Tidak Jadi Kenyataan

Aktivis Perempuan Berharap Guyonan Baim dan Paula soal KDRT Tidak Jadi Kenyataan

Megapolitan
Bakal Direlokasi karena Bikin Macet, 75 Persen PKL di Depan Pasar Ciracas Menolak Pindah ke Lokasi Binaan

Bakal Direlokasi karena Bikin Macet, 75 Persen PKL di Depan Pasar Ciracas Menolak Pindah ke Lokasi Binaan

Megapolitan
'Nge-prank' Polisi dengan Laporan KDRT Palsu, Baim Wong Beralasan Kenal Petugas Polsek Kebayoran Lama

"Nge-prank" Polisi dengan Laporan KDRT Palsu, Baim Wong Beralasan Kenal Petugas Polsek Kebayoran Lama

Megapolitan
11 Tersangka Khilafatul Muslimin Diserahkan ke Kejari Bekasi untuk Disidang

11 Tersangka Khilafatul Muslimin Diserahkan ke Kejari Bekasi untuk Disidang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.