BBWSCC: 17 Km Sungai Ciliwung Belum Dinormalisasi

Kompas.com - 09/10/2018, 12:03 WIB
Kepala BBWSCC Bambang Hidayah memberikan keterangan kepada wartawan dalam peringatan Hari Habitat Dunia di Kanal Banjir Timur, Senin (1/10/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKepala BBWSCC Bambang Hidayah memberikan keterangan kepada wartawan dalam peringatan Hari Habitat Dunia di Kanal Banjir Timur, Senin (1/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane ( BBWSCC) Bambang Hidayah mengatakan, sejauh ini pihaknya baru menormalisasi Kali Ciliwung sepanjang 16 kilometer.

Target panjang aliran kali yang harus dinormalisasi adalah 33 kilometer.

"Jadi masih ada 17 kilometer lagi yang belum," ujar Bambang ketika dihubungi, Selasa (9/10/2018).

Baca juga: Tak Ada Normalisasi, 129 Kelurahan di Jakarta Berpotensi Terendam Banjir

Namun, saat ini proyek normalisasi sedang mandek. BBWSCC tidak bisa melanjutkan normalisasi Kali Ciliwung karena tidak ada lahannya.

Masalah pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pemprov DKI belum bisa membebaskan lahan dalam jumlah yang signifikan hingga akhirnya normalisasi pun tertunda.

Baca juga: BERITA POPULER JABODETABEK: Ratna Sarumpaet Ditangkap, Normalisasi Sungai, dan Anggota DPRD DKI yang Mundur

Dampak dari lambatnya proyek normalisasi adalah banyaknya potensi banjir di 129 kelurahan di Jakarta.

Data tersebut berdasarkan evaluasi kejadian banjir terakhir pada Februari 2018.

Bambang menyebut banjir yang terjadi di 129 kelurahan pada Februari kemarin, berpotensi terjadi lagi pada musim hujan akhir tahun ini.

Baca juga: Antisipasi Banjir, Kecamatan Cipayung Normalisasi Saluran Penghubung Kalijati

"Sebab semenjak tahun 2018 ini tidak ada lagi kegiatan normalisasi," ujar Bambang.

BBWSCC Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga tidak mengalokasikan anggaran normalisasi sungai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Kota Tangerang Diperpanjang Mulai Besok Sampai 8 Februari

PPKM Kota Tangerang Diperpanjang Mulai Besok Sampai 8 Februari

Megapolitan
Mulai Besok, Transjakarta Beroperasi hingga Pukul 21.00 WIB

Mulai Besok, Transjakarta Beroperasi hingga Pukul 21.00 WIB

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Dana Formula E Harusnya Bisa Digunakan untuk Tangani Covid-19

Anggota DPRD DKI Sebut Dana Formula E Harusnya Bisa Digunakan untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pedagang Daging Berencana Mogok Lagi, Pedagang Bakso Pusing Sudah 3 Hari Tutup

Pedagang Daging Berencana Mogok Lagi, Pedagang Bakso Pusing Sudah 3 Hari Tutup

Megapolitan
Tak Dibayar Harian, Penggali Makam Jenazah Pasien Covid-19 TPU Jombang Unjuk Rasa

Tak Dibayar Harian, Penggali Makam Jenazah Pasien Covid-19 TPU Jombang Unjuk Rasa

Megapolitan
Lahan Pemakaman Baru di TPU Srengseng Sawah Diperkirakan Siap Dipakai Februari

Lahan Pemakaman Baru di TPU Srengseng Sawah Diperkirakan Siap Dipakai Februari

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Jakbar Jualan Lagi, Harga Dipatok Mulai Rp 125.000 Per Kilogram

Pedagang Daging Sapi di Jakbar Jualan Lagi, Harga Dipatok Mulai Rp 125.000 Per Kilogram

Megapolitan
Asosiasi RS Swasta: RS Rujukan Covid-19 Langsung Penuh Tiap Kali Tambah Kapasitas

Asosiasi RS Swasta: RS Rujukan Covid-19 Langsung Penuh Tiap Kali Tambah Kapasitas

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Bangun Prasarana, TPU Rorotan Belum Bisa Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov DKI Masih Bangun Prasarana, TPU Rorotan Belum Bisa Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pernah Positif Covid-19, Wali Kota Depok Jadi Calon Donor Plasma Konvalesen

Pernah Positif Covid-19, Wali Kota Depok Jadi Calon Donor Plasma Konvalesen

Megapolitan
DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman dengan Protap Covid-19 di 4 TPU, Ini Rinciannya

DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman dengan Protap Covid-19 di 4 TPU, Ini Rinciannya

Megapolitan
Fraksi PKS: Positivity Rate Covid-19 Jauh Lebihi Ambang Batas WHO, Wajar Anies Perpanjang PSBB

Fraksi PKS: Positivity Rate Covid-19 Jauh Lebihi Ambang Batas WHO, Wajar Anies Perpanjang PSBB

Megapolitan
Polisi: Pembuat Surat Swab Palsu Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Polisi: Pembuat Surat Swab Palsu Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Megapolitan
Usai Pedagang Mogok Jualan, Harga Daging Sapi Tak Juga Turun

Usai Pedagang Mogok Jualan, Harga Daging Sapi Tak Juga Turun

Megapolitan
RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X