Kompas.com - 02/03/2021, 13:05 WIB
Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang ( kanan) bersama salah satu perwakilan bikers yang menerobos kawasan Ring 1, di Markas Korps Paspampres di Jakarta, Senin (1/3/2021). Tribunnews.com/Joko SupriyantoAsisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang ( kanan) bersama salah satu perwakilan bikers yang menerobos kawasan Ring 1, di Markas Korps Paspampres di Jakarta, Senin (1/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara motor besar yang menerobos kawasan ring 1 di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, meminta maaf langsung ke Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Perwakilan pemotor tersebut, Halid Darmawan, mengunjungi Markas Korps Paspampres di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Di hadapan Paspampres dan sejumlah awak media, Halid mengklarifikasi video yang viral di media sosial pekan lalu.

Baca juga: Heboh Pengendara Motor Terobos Kawasan Ring 1: Ditendang Paspampres, Minta Maaf, hingga Ditilang

Ia membenarkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya menerobos kawasan ring 1, tepatnya Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu.

"Saya dan rekan-rekan berinisiatif hadir untuk mengklarifikasi hal tersebut dan saya meminta maaf sebesar-besarnya pada satuan Paspampres dan jajaran anggota yang bertugas saat kejadian berlangsung," kata Halid dalam rekaman suara yang diterima Kompas.com, Senin (1/3/2021).

Tidak berniat rusak citra Paspampres

Sebagai road captain komunitas motor yang menerobos ring 1, Halid mengaku lalai membawa rombongannya.

Ia pun menekankan tidak ada faktor kesengajaan apalagi aksi terorisme saat pihaknya menerobos area tersebut.

"Dari kami itu bukan bentuk kesengajaan, juga bukan bentuk terorisme. Jadi itu murni kelalaian kami dalam berkendara. Saya sebagai kapten lalai dalam membawa rombongan saya," ujarnya lagi.

Hamid menambahkan, pihaknya tidak berniat untuk merusak citra Paspampres baik saat kejadian itu berlangsung maupun ketika mengunggah video tersebut.

"Tidak ada sedikit pun niatan kami untuk merusak citra baik Paspampres di mata publik. Tidak ada niatan kami untuk mengancam VVIP di area Ring 1," jelasnya.

Tak hanya kepada Paspampres, Halid juga memohon maaf kepada sesama pencinta dunia permotoran atau bikers.

"Untuk rekan-rekan bikers saya juga minta maaf telah mencoreng nama baik otomotif permotoran Indonesia. Semoga dunia permotoran Indonesia juga lekas membaik dengan adanya kejadian ini," katanya.

Kemudian, Halid juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena telah membuat kegaduhan.

"Saya juga minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena membuat kegaduhan karena video viral tersebut. Saya dan rekan tidak akan mengulangi tindakan tersebut," ucapnya.

Baca juga: Paspampres Persilakan Polisi Tangani Kasus Pengendara Motor yang Terobos Penjagaan

Tidak perlu minta maaf

Sementara itu, Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang membenarkan ada empat orang dari penerobos ring 1 itu yang mendatangi Mako Paspampres pada Senin siang.

"Mereka pada intinya menyampaikan permohonan maaf kepada Paspampres dan kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujar Wisnu kepada Kompas.com.

"Mereka juga sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," lanjutnya.

Wisnu mengatakan, para pengendara motor yang menerobos kawasan Ring 1 itu sebenarnya tidak perlu lagi meminta maaf.

Karena, mereka sebelumnya memang sudah ditindak dan diberikan edukasi oleh anggota Paspampres sesaat setelah penerobosan itu.

"Untuk apa lagi minta maaf. Kan saat kejadian sudah ada yang diperiksa anggota kami. Kami edukasi. Kami berikan teguran kepada mereka," jelasnya.

Karena itu, Wisnu menilai permasalahan tersebut sudah selesai.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan sejumlah petugas Paspampres berusaha menyetop konvoi pengendara motor di Jalan Veteran III.
Video tersebut direkam dan diunggah oleh para pengendara motor yang menerobos area ring 1 itu.

Yang menjadi sorotan, seorang petugas terlihat menendang salah satu pengendara itu sembari memegang pistol.

Tak hanya 1, ada suara yang diduga sebagai salah satu pengendara motor berteriak: "Viral.. viral...". Warganet pun mengomentari video tersebut.

Banyak yang menilai rombongan pengendara motor tersebut gegabah lantaran tidak tahu bahwa ring 1 adalah area yang dijaga ketat aparat sehingga masyarakat umum tidak boleh sembarangan melintas.

(Reporter: Ihsanuddin/ Editor : Irfan Maullana, Egidius Patnistik)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Megapolitan
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Megapolitan
10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Megapolitan
UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Megapolitan
Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X