Sekda Tak Tahu PMD Rp 85,5 Miliar untuk Bangun Jalan, Koordinasi DKI dengan BUMD Dipertanyakan

Kompas.com - 19/09/2018, 09:08 WIB
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah usai dimintai keterangan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (27/10/2017). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOSekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah usai dimintai keterangan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (27/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mempertanyakan koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) DKI.

Hal itu terkait dengan ketidaktahuan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah terhadap pengajuan penyertaan modal daerah ( PMD) sebesar Rp 85,5 miliar oleh PT Food Station Tjipinang Jaya. PMD itu diajukan untuk memperbaiki jalan dan revitalisasi saluran drainase di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur.

"Seorang sekda, dia enggak tahu penggunaan penambahan modal Food Station untuk perbaikan jalan. Kan enggak boleh, enggak ada payung hukumnya. Ini gimana koordinasi eksekutif dengan para BUMD," ujar Prasetio di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018) malam.

Baca juga: PMD Rp 85,5 Miliar Food Station untuk Bangun Jalan Dicoret

Prasetio mengatakan, pembangunan infrastruktur merupakan tugas Dinas Binas Marga DKI Jakarta. Food Station tidak memiliki tugas pokok dan fungsi untuk membangun infrastruktur tersebut.

"Kan ngawur kalau dipaksakan ini tidak ada payung hukumnya, kan akhirnya semua orang bisa ditangkap di sini," kata Prasetio.

Saefullah sebelumnya kaget ketika mendengar Food Station mengajukan PMD sebesar Rp 85,5 miliar untuk membangun infrastruktur. Dia mengaku baru mengetahui hal itu dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS), Selasa malam.

"Ternyata saya juga baru terkonfirmasi, dapat kabar hari ini bahwa Tjipinang ini perlu PMD untuk jalan, Pak. Saya terkaget-kaget," ujar Saefullah.

Baca juga: Sekda DKI Kaget, Food Station Tjipinang Ajukan PMD Rp 85,5 Miliar untuk Bangun Jalan

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta mempertanyakan dasar hukum pengajuan PMD tersebut dalam rapat KUPA-PPAS 2018 tadi malam. Di akhir pembahasan, Banggar memutuskan untuk mencoret PMD sebesar Rp 85,5 miliar itu karena tidak ada dasar hukum.

Pembangunan jalan dan revitalisasi saluran drainase di Pasar Induk Cipinang diputuskan akan dikerjakan Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Megapolitan
Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Megapolitan
Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Megapolitan
Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Megapolitan
Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Megapolitan
Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

Megapolitan
Dirampok di Tengah Tol Tangerang-Merak, Sopir Truk Mengejar hingga Tabrak Mobil Pelaku

Dirampok di Tengah Tol Tangerang-Merak, Sopir Truk Mengejar hingga Tabrak Mobil Pelaku

Megapolitan
Santri yang Hanyut di Bogor Akhirnya Ditemukan di Sungai Cisadane Kota Tangerang

Santri yang Hanyut di Bogor Akhirnya Ditemukan di Sungai Cisadane Kota Tangerang

Megapolitan
Pilwalkot Depok, Bisakah PKS Maju Sendiri Tanpa Gerindra Cs?

Pilwalkot Depok, Bisakah PKS Maju Sendiri Tanpa Gerindra Cs?

Megapolitan
Mengupas Cerita di Balik Tradisi Membeli Ikan Bandeng Jelang Imlek

Mengupas Cerita di Balik Tradisi Membeli Ikan Bandeng Jelang Imlek

Megapolitan
 Suara Solidaritas Sosial dari Bintaro Design District

Suara Solidaritas Sosial dari Bintaro Design District

Megapolitan
Untuk Perbaikan Gizi, Petugas Damkar Tangsel Dapat Uang Lauk Pauk

Untuk Perbaikan Gizi, Petugas Damkar Tangsel Dapat Uang Lauk Pauk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X