Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Kompas.com - 10/04/2020, 07:29 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Crisis Center Corona Balaikota Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWali Kota Depok, Mohammad Idris di Crisis Center Corona Balaikota Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020).


DEPOK, KOMPAS.com – Belum ada tanda-tanda perlambatan tren kasus Covid-19 di Indonesia. Penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu terus meluas dan torehan infeksinya terus membengkak dari hari ke hari sejak kali pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Jakarta merupakan episentrum kasus Covid-19. Data terbaru per Kamis (9/4/2020), 1.632 warga Jakarta dinyatakan positif, 149 pasien dinyatakan meninggal akibat Covid-19. Jumlah itu belum menghitung kasus-kasus lain yang belum terkonfirmasi.

Baca juga: [UPDATE] Covid-19 di Depok: Pasien Sembuh Bertambah 1, 2 Suspect Meninggal dalam Sehari

Ibu Kota menjadi sorotan, namun kota-kota di sekitarnya tak kalah gawat. Kota Depok di selatan Jakarta sempat ingar-bingar, karena kasus terkonfirmasi Covid-19 perdana di Indonesia merupakan warga kota ini.

Tapi, masalahnya jauh lebih dari itu. Depok diburu oleh waktu dalam perlombaan yang melelahkan dengan virus ini.

Kapasitas rumah sakit tak sampai seperempat pasien per 9 April 2020

Masalah mendasar yang dihadapi kota-kota di seluruh dunia yang terjangkit pandemi Covid-19 adalah kemampuan sistem layanan kesehatan.

Kota-kota di seluruh dunia berjibaku menekan angka kasus Covid-19, agar kurvanya melandai di bawah garis kemampuan kontrol sistem kesehatan mereka.

Dalam hal ini, Depok ada dalam masalah. Kapasitas rumah sakit yang tersedia di Kota Belimbing tak sampai seperempat jumlah pasien konfirmasi dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, jika bertolak dari data terbaru per Kamis (9/4/2020).

Baca juga: RS Depok Potensial Over Kapasitas Tangani Covid-19, IDI Usul Kolaborasi dengan RS Swasta

Pemerintah Kota Depok mengumumkan, per Kamis sore, terdapat 77 pasien positif Covid-19 di Depok, dengan 540 pasien lain masih terus diawasi atas kemungkinan terjangkit Covid-19. Delapan nyawa telah melayang, 11 sembuh.

Itu artinya, di atas kertas, ada 617 pasien di Depok yang layak memperoleh perawatan di ranjang rumah sakit.

Namun, jumlah tempat tidur di ruang isolasi yang tersedia di Depok hanya ada 145 unit. Jumlah itu pun tersebar di 24 rumah sakit seantero Depok, baik swasta maupun milik pemerintah, merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok.

"Dari 24 rumah sakit di Kota Depok baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta, tersedia tempat tidur dengan ruang isolasi berjumlah 145 tempat tidur, dan saat ini
merawat pasien konfirmasi (Covid-19) dan PDP," jelas Wali Kota Depok Mohammad Idris melalui keterangan tertulis, Kamis.

Sementara itu, hanya tiga rumah sakit yang resmi ditunjuk sebagai rumah sakit penanganan Covid-19 di Depok, yaitu RS Bhayangkara/Brimob Polri Kelapa Dua, RSUD Kota Depok, dan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Baca juga: RS Brimob Kelapa Dua Diusulkan Tambah 100 Ranjang untuk Tampung Pasien Covid-19 di Depok

Kapasitas ketiganya hanya 93 tempat tidur, tak sampai dua pertiga kapasitas keseluruhan tempat tidur di Depok.

"RSUI 25 tempat tidur, RSUD 16 tempat tidur dan RS Brimob 52 tempat tidur," lanjut Idris.

Hanya 93 tempat tidur berbanding 617 pasien. Itu berarti, kira-kira hanya 3 dari 20 pasien yang mampu dirawat inap di rumah-rumah sakit rujukan resmi Covid-19 di Depok hari ini.

Jurang yang begitu senjang antara kapasitas rumah sakit dan jumlah pasien di Depok berpotensi kian lebar di hari-hari mendatang.

Berkaca pada tren hari ini, kita belum bisa berharap jumlah pasien terkonfirmasi positif maupun diawasi terkait Covid-19, tidak semakin banyak.

Namun, di sisi lain, hingga hari ini kapasitas rumah sakit tidak ikut bertambah.

"Dalam rangka penanganan, ini penting kita harus siapkan. Kita lihat semua rumah sakit di Depok, kalau terjadi outbreak pasti enggak bisa menampung," tutur anggota DPRD Kota Depok Ikravany Hilman, Selasa (31/3/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Wahidin: Jangan Cari Kerja ke Banten, Banten Sedang Sulit Lowongan Kerja

Gubernur Wahidin: Jangan Cari Kerja ke Banten, Banten Sedang Sulit Lowongan Kerja

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 17.298 Karyawan Kena PHK di Banten

Dampak Covid-19, Sebanyak 17.298 Karyawan Kena PHK di Banten

Megapolitan
337 Kendaraan Menuju Jakarta Disuruh Putar Arah di Tol Tangerang-Merak

337 Kendaraan Menuju Jakarta Disuruh Putar Arah di Tol Tangerang-Merak

Megapolitan
Polda Metro Jaya Siapkan 3.987 Personel pada Awal Penerapan 'New Normal'

Polda Metro Jaya Siapkan 3.987 Personel pada Awal Penerapan "New Normal"

Megapolitan
Ini Protokol Pencegahan Covid-19 di Tempat Ibadah yang Dibuka Lagi di Bekasi

Ini Protokol Pencegahan Covid-19 di Tempat Ibadah yang Dibuka Lagi di Bekasi

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Tak Risau jika Kasus Covid-19 Melonjak Saat New Normal Diterapkan

Wali Kota Bekasi Tak Risau jika Kasus Covid-19 Melonjak Saat New Normal Diterapkan

Megapolitan
Begini Skenario Beroperasi Kembali Mal di Bekasi, Dimulai 4-8 Juni

Begini Skenario Beroperasi Kembali Mal di Bekasi, Dimulai 4-8 Juni

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 di Depok: Bertambah 9 Kasus Positif dan 51 Pasien Sembuh

[UPDATE] Covid-19 di Depok: Bertambah 9 Kasus Positif dan 51 Pasien Sembuh

Megapolitan
Operasi Pemeriksaan SIKM Berlangsung Sampai 7 Juni

Operasi Pemeriksaan SIKM Berlangsung Sampai 7 Juni

Megapolitan
Disparekraf: Tempat Wisata Jakarta Akan Dibuka Bertahap

Disparekraf: Tempat Wisata Jakarta Akan Dibuka Bertahap

Megapolitan
Sambut New Normal, Tempat Ibadah di Kota Bekasi Mulai Dibuka Pekan Ini

Sambut New Normal, Tempat Ibadah di Kota Bekasi Mulai Dibuka Pekan Ini

Megapolitan
Depok Ajukan Perpanjangan PSBB hingga 4 Juni 2020, Sama dengan Jakarta

Depok Ajukan Perpanjangan PSBB hingga 4 Juni 2020, Sama dengan Jakarta

Megapolitan
5 Polisi Gadungan Ditangkap, Korban Lain Diimbau Melapor ke Polres Tangsel

5 Polisi Gadungan Ditangkap, Korban Lain Diimbau Melapor ke Polres Tangsel

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Akan Bahas Regulasi Berwisata Era New Normal

Taman Margasatwa Ragunan Akan Bahas Regulasi Berwisata Era New Normal

Megapolitan
5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda Modifikasi Mobil Pribadi Menyerupai Kendaraan Polri

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda Modifikasi Mobil Pribadi Menyerupai Kendaraan Polri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X