Cerita Sejumlah Warga Kesulitan Akses Vaksinasi Covid-19 di Depok

Kompas.com - 08/07/2021, 17:35 WIB
Seorang vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi COVID-19 massal di Holy Stadium Marina, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021). Sentra Vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan Pemkot Semarang dengan target enam sampai tujuh ribu penerima vaksin per hari itu akan berlangsung tiga hingga empat bulan ke depan guna mempercepat program pemerintah untuk mencapai kekebalan komunal menuju Indonesia sehat bebas COVID-19. ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj. ANTARA FOTO/AJI STYAWANSeorang vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi COVID-19 massal di Holy Stadium Marina, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021). Sentra Vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan Pemkot Semarang dengan target enam sampai tujuh ribu penerima vaksin per hari itu akan berlangsung tiga hingga empat bulan ke depan guna mempercepat program pemerintah untuk mencapai kekebalan komunal menuju Indonesia sehat bebas COVID-19. ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.

DEPOK, KOMPAS.com - Sebagian warga Depok, Jawa Barat, mengaku kesulitan mendapatkan akses vaksinasi Covid-19 di wilayah mereka sendiri.

Mereka mengaku telah berupaya mencari layanan vaksinasi Covid-19 di puskesmas dan rumah sakit, namun selalu tak kebagian.

Bilkis, misalnya. Ia beberapa hari harus berkeliling Depok untuk mencari lokasi vaksinasi Covid-19 yang masih punya persediaan vaksin.

Beberapa kali ia harus bangun pagi, menunggu lama, hanya untuk berdesakan dan pulang dengan tangan kosong.

"Depok tuh banyak yang go show gitu lho. Cuma, sistemnya kayak tidak beres," kata Bilkis kepada Kompas.com, kemarin.

"Dan Hampir semua tempat go show tuh seperti itu, tidak ada taat prokes, orang berkerumun, kadang bisa rebutan," ia menambahkan.

Baca juga: Punya Komorbid Diabetes, Warga Meninggal Saat Isolasi Mandiri di Depok

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama, Bilkis coba mengantre vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Cipayung pada Minggu (4/7/2021) lalu. Ia tiba cukup pagi di puskesmas, yakni sekitar pukul 06.00 WIB.

Namun, petugas puskesmas menyebut bahwa kuota vaksinasi Covid-19 sudah ludes. Ia diminta datang keesokan harinya.

Senin (5/7/2021), ia datang lebih awal, sekitar pukul 05.30, namun antrean warga yang juga ingin divaksinasi sudah mengular panjang di puskesmas.

"Warga yang datang sebelum itu sudah menghitung diri 50 orang sesuai kuota vaksin, ternyata sama petugasnya waktu itu yang dibagikan cuma 17, selebihnya itu untuk orang-orang yang vaksin dosis kedua," aku Bilkis.

Sempat terjadi adu mulut antara warga yang kadung mengantre dengan petugas.

Salah seorang perwakilan warga kemudian diajak masuk ke puskesmas, kemudian keluar mendapatkan nomor antrean.

Tak mau kalah, seluruh warga yang mengantre saat itu berebut masuk ke dalam puskesmas untuk mendapatkan nomor antrean pula.

Baca juga: Video Viral Anggota Paspampres Datangi Mapolres Jakbar, Kapolres: Permasalahan Sudah Selesai

Bilkis undur diri karena Puskesmas Cipayung kini disebut menetapkan syarat bahwa vaksinasi Covid-19 hanya diberikan bagi warga domisili setempat.

Ia mencoba berkunjung ke Polres Depok yang juga menggelar vaksinasi Covid-19, sebab pencariannya ke beberapa rumah sakit swasta tak berhasil.

Namun, keadaan tak jauh berbeda dan polisi yang berjaga di sana disebut tidak tahu-menahu mengenai teknis vaksinasi hari itu.

"Saya datang jam 05.30, itu antreannya panjang banget. Pelan-pelan warganya maju, sama polisi suruh mundur, terus maju lagi. Dan tidak ada kepastian kapan," sebut Bilkis.

"Tiba-tiba tidak tahu ada apa, warga maju semua dan polisinya membagi nomor antrean, terus langsung dikerumuni, orang-orang dorong-dorongan," tambahnya.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 4 Desember: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Depok, Enam Titik Pemeriksaan Disiapkan

Uji Coba Ganjil Genap di Depok, Enam Titik Pemeriksaan Disiapkan

Megapolitan
Saat Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan Panjang

Saat Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan Panjang

Megapolitan
Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.