Hampir Ditabrak, Sandiaga Minta Motor Naik Trotoar Ditindak Tegas

Kompas.com - 03/08/2017, 12:41 WIB
Wakik gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno usai menghadiri wisuda di Yayasan Putra Fatahillah Jalan Kramat Sentiong Gundul, Jakarta Pusat, Kamis (3/8/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakik gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno usai menghadiri wisuda di Yayasan Putra Fatahillah Jalan Kramat Sentiong Gundul, Jakarta Pusat, Kamis (3/8/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta agar kepolisian dan Dinas Perhubungan menindak tegas pengendara motor yang melanggar aturan dan membahayakan keselamatan.

Apalagi, beberapa waktu lalu Sandi mengaku hampir celaka karena ditabrak motor.

"Dua hari lalu saya hampir tertabrak motor di trotoar, lagi lari. Saya sepakat bahwa harus ditindak tegas, harus ada efek jeranya kalau sudah berulang kali," ujar Sandiaga ditemui di Yayasan Putra Fatahillah Jalan Kramat Sentiong Gundul, Jakarta Pusat, Kamis (3/8/2017).

Sandiaga menyayangkan kesadaran pengendara akan ketertiban dan keselamatan masih rendah. Motor naik trotoar dan melawan arah, kata Sandiaga, umum dilakukan.

Ia mengatakan jika memang terburu-buru, maka para pemotor sebaiknya berangkat lebih awal untuk menghindari macet.

"Kalau ingin memotong waktu, in a rush (terburu-buru), kenapa enggak leave early (berangkat lebih awal)? Supaya enggak membahayakan," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan dalam peradaban maju, pejalan kaki harus diprioritaskan. Kedua, pengguna sepeda, baru kemudian pengendara.

Baca: Polisi Diminta Buka Aduan Elektronik untuk Pengendara Terobos Trotoar

Oleh karenanya, ia meminta trotoar disterilkan agar pejalan kaki bisa berjalan dengan aman dan nyaman.

Ia mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah mencanangkan Bulan Tertib Trotoar.

"Saya mengimbau dan berpesan pada para pelanggar peraturan itu untuk berhenti. Dan untuk itu harus ada penanganan harus ada enforcement-nya, efek jeranya," kata Sandi.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Dinilai Tak Konsisten Tertibkan Trotoar

Kompas TV Komunitas Pejalan Kaki Gelar Aksi Penyelamatan Trotoar

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Megapolitan
Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Wali Kota Sebut 17 Pasien Positif Covid-19 di Bekasi Dinyatakan Sembuh

Wali Kota Sebut 17 Pasien Positif Covid-19 di Bekasi Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Cegah Penularan Covid-19, Dishub Kota Tangerang Batasi Jumlah Penumpang Transportasi Umum

Cegah Penularan Covid-19, Dishub Kota Tangerang Batasi Jumlah Penumpang Transportasi Umum

Megapolitan
Kasus Kebakaran di Jaktim Turun 50 Persen Selama Program Kerja dari Rumah

Kasus Kebakaran di Jaktim Turun 50 Persen Selama Program Kerja dari Rumah

Megapolitan
Grab Akan Patuhi PSBB di Jakarta yang Larang Ojol Bawa Penumpang

Grab Akan Patuhi PSBB di Jakarta yang Larang Ojol Bawa Penumpang

Megapolitan
Demi Cegah Covid-19, Camat Kembangan Minta Pedagang Jualan Online

Demi Cegah Covid-19, Camat Kembangan Minta Pedagang Jualan Online

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pertimbangkan Dampak Ekonomi jika Ajukan PSBB

Pemkot Bekasi Pertimbangkan Dampak Ekonomi jika Ajukan PSBB

Megapolitan
Sempat Hujan dan Banyak yang Bekerja dari Rumah, Kualitas Udara di Jakarta Semakin Membaik

Sempat Hujan dan Banyak yang Bekerja dari Rumah, Kualitas Udara di Jakarta Semakin Membaik

Megapolitan
Kadishub Tangerang: PSBB di Jakarta Akan Berdampak pada Transportasi Bus AKAP

Kadishub Tangerang: PSBB di Jakarta Akan Berdampak pada Transportasi Bus AKAP

Megapolitan
Dompetnya Terjatuh Saat Beraksi, Dua Begal Ditangkap Polisi

Dompetnya Terjatuh Saat Beraksi, Dua Begal Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ikuti Jakarta, Pemkot Bogor Akan Ajukan PSBB

Ikuti Jakarta, Pemkot Bogor Akan Ajukan PSBB

Megapolitan
528 Perusahaan di Jaksel Sudah Terapkan WFH

528 Perusahaan di Jaksel Sudah Terapkan WFH

Megapolitan
Gojek Masih Kaji Aturan PSBB DKI yang Larang Ojol Bawa Penumpang

Gojek Masih Kaji Aturan PSBB DKI yang Larang Ojol Bawa Penumpang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X